Yayasan ars86care Luncurkan Program SAPA RUANG untuk Anak Indonesia
Yayasan ars86care meluncurkan inisiatif baru bernama SAPA RUANG (Space for Safe and Positive Growth) dalam sebuah acara khusus di Jakarta pada 31 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengembangan lingkungan ramah anak di berbagai daerah Indonesia.
Peluncuran program baru tersebut terintegrasi sebagai model terpadu yang menggabungkan berbagai inisiatif unggulan yayasan selama dua dekade, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Organisasi nirlaba yang didirikan sejak 2005 oleh lima arsitek perempuan alumni Universitas Katolik Parahyangan angkatan 1986 ini berfokus pada pilar anak-anak, pendidikan, dan lingkungan binaan.
Penggabungan program dilakukan pada tiga pilar utama yang sebelumnya berjalan terpisah, yakni SPACE TO BUILD, WORDS TO SHARE, dan VALUE TO DO. Melalui penyatuan ini, pihak yayasan memproyeksikan terciptanya kawasan desa dengan sekolah ramah anak yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan positif masyarakat.
"Selama lebih dari dua dekade, ars86care meyakini bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan belajar di lingkungan yang tidak hanya aman tetapi juga mengasuh dan menginspirasi," ujar Helman Sitohang, Ketua Dewan Penasihat ars86care.
Program ini menyatukan infrastruktur fisik dengan peningkatan kapasitas serta tanggung jawab lingkungan demi dampak yang berkelanjutan. Implementasi model terpadu tersebut direncanakan menyasar wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta secara bertahap sepanjang tahun 2026 hingga 2028.
"SAPA RUANG adalah puncak dari pengalaman bertahun-tahun dan sebuah wujud baru yang kuat dari komitmen ini. Dengan menggabungkan infrastruktur fisik dengan pemberdayaan pendidikan dan tanggung jawab lingkungan, kami menciptakan ruang yang benar-benar dapat mengubah kehidupan dan masyarakat," tambah Helman Sitohang, Ketua Dewan Penasihat ars86care.
Melalui pilar SPACE TO BUILD, yayasan mencatat telah merenovasi dan membangun lebih dari 40 taman kanak-kanak serta pusat pendidikan anak usia dini sejak tahun 2012. Wilayah cakupan pembangunan fisik tersebut meliputi Kabupaten Demak, Grobogan, Boyolali, dan Gunungkidul.
Pihak yayasan menetapkan target pembangunan hingga mencapai 50 sekolah ramah anak pada tahun 2030 mendatang. Saat ini, jalannya proses asesmen untuk mendirikan bangunan sekolah ke-41 dan ke-42 sedang berlangsung di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Sektor non-fisik digerakkan melalui program WORDS TO SHARE untuk pelatihan guru maupun orang tua, serta program PAGES OF HOPE yang menyediakan perpustakaan mini di area pedesaan. Di sisi lain, pilar VALUE TO DO mewadahi keterlibatan sukarelawan dalam edukasi lingkungan dan aksi sosial bersih sekolah.
"Pengenalan SAPA RUANG merupakan bukti dari dedikasi yayasan yang tak tergoyahkan dan pendekatan visioner terhadap pengembangan yang berpusat pada anak di Indonesia," kata Helman Sitohang, Ketua Dewan Penasihat ars86care.
Pelaksanaan peluncuran inisiatif baru ini turut dilengkapi dengan agenda sesi diskusi desain ramah anak serta pameran interaktif perjalanan 21 tahun ars86care. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan pendidik, mitra korporasi, relawan, serta pemangku kepentingan lintas sektor yang digandeng untuk keberlanjutan program.
"Kami berharap dapat menyaksikan dampak nyata jangka panjang dari program terintegrasi ini terhadap lanskap fisik, pendidikan, dan lingkungan di masyarakat kita," lanjut Helman Sitohang, Ketua Dewan Penasihat ars86care.