Yaman Tutup Pelabuhan Mokha Usai Serangan Rudal Houthi
Yaman menutup sementara pelabuhan Mokha setelah serangan lebih dari 25 rudal yang dilakukan kelompok militan Houthi. Serangan tersebut menewaskan tujuh orang dan diperkirakan menyebabkan kerugian mencapai 16 juta dolar AS, dilansir dari Detikcom. Kelompok Houthi meluncurkan enam rudal balistik ke kota pelabuhan strategis Mokha di Laut Merah.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan menargetkan konsentrasi pasukan dan persenjataan militer Saudi serta kapal militer milik pihak proksi dan tentara bayaran di Mokha. Pemberontak Houthi telah meningkatkan serangan terhadap sekutu Amerika Serikat dan kapal-kapal di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok ini merupakan salah satu milisi terkuat yang didukung oleh Iran di kawasan Timur Tengah.
Houthi mulai terlibat dalam konflik pada Maret 2026, sebulan setelah serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Pada saat itu, Houthi menembakkan rudal ke arah Israel.
Bulan ini, kelompok Houthi terlibat baku tembak dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan menyerang Arab Saudi. Insiden tersebut mengakhiri gencatan senjata de facto selama empat tahun dengan kerajaan Saudi. Kondisi keamanan maritim di Selat Hormuz dan Laut Merah saat ini tidak stabil, yang memperparah situasi konflik di wilayah tersebut.