XRP anjlok ke 1 dolar setelah peretasan jembatan Coreum
XRP turun hingga 1 dolar untuk pertama kalinya sejak November 2024 setelah peretasan di jembatan Coreum di XRP Ledger menguras sekitar 200.000 XRP, lalu jembatan dihentikan pada hari berikutnya.
XRPL.to melaporkan jembatan Coreum memiliki sekitar 200.410 XRP pada 9 Agustus sebelum penyerang mengurasnya menjadi 493,5 XRP dalam 97 menit.
Menurut XRPL.to, penyerang tidak benar benar mengirim XRP ke jembatan. Mereka memindahkan token jembatan di antara dua dompet milik sendiri sambil melampirkan label setoran palsu.
Perangkat lunak jembatan kemudian membaca transaksi itu sebagai setoran masuk yang sah, sehingga memberi kredit XRP yang tidak pernah dikirim.
Setelah saldo palsu muncul di sistem, penyerang menarik XRP asli melalui proses normal, dan jembatan menyetujui setiap pembayaran.
XRPL.to menyebut dua dompet penerima meneruskan XRP dalam hitungan jam ke dompet staging yang lebih lama, pola pencucian yang umum.
XRPL.to juga menyimpulkan celah tersebut berasal dari logika perangkat lunak relay, bukan kunci yang dicuri, sehingga 21 relayer independen terkena trik yang sama secara bersamaan.
Ali Martinez menyorot bahwa XRP kini turun 71,7 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa pada Juli 2025 sebesar 3,66 dolar, dan disebut memasuki kondisi oversold ekstrem.
Martinez mengatakan Tom DeMark Sequential menampilkan sinyal beli bulanan, indikator yang sebelumnya mendahului reli 1.074 persen pada April 2020 dan reli 973 persen pada Agustus 2022.
Ia menilai sinyal beli baru mulai muncul pada level saat ini.
Artikel tersebut menyebut XRP menyentuh 0,9905 dolar pada Selasa, sempat menembus di bawah 1 dolar sebelum pembeli mendorong harga kembali hingga ditutup pada 1,01 dolar.
Perubahan ini merupakan pengujian kedua level 1 dolar sejak 26 Juni, dan pergerakan yang menembus turun disebut lebih serius karena harga sempat berada di bawah level tersebut sebelum pulih.
Pluang melaporkan Bitcoin melemah 2,7 persen seiring penurunan arus dana ETF dan XRP turun di bawah 1 dolar, sementara arus masuk ke bursa meningkat di tengah tekanan harga.
Menurut Pluang, arus masuk ke bursa besar seperti Binance, Kraken, dan Bitstamp meningkat walau harga Bitcoin terancam jatuh di bawah 62.000 dolar, yang dipandang memberi sinyal potensi penjualan dan pemulihan jangka pendek yang lemah.