Survei Sebut Banyak Wisatawan Salah Pakaian Saat Liburan ke Australia

Share

Sebuah hasil riset mengungkapkan bahwa banyak wisatawan yang keliru memahami kondisi cuaca di Australia. Kesalahan ini membuat mereka membawa dan mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan musim yang sedang berlangsung di negara tujuan. Seperti dilansir dari Detik Travel, riset yang digelar oleh Casinos Analyzer Australia melibatkan 1.500 responden.

Hasil penelitian tersebut mencatat bahwa satu dari lima pelancong tiba di Australia tanpa persiapan pakaian yang tepat. Kekeliruan paling umum terjadi pada wisatawan yang berasal dari kawasan belahan bumi utara. Banyak dari mereka berasumsi bahwa Australia tengah mengalami musim panas di saat negara asal mereka merasakan siklus cuaca tersebut.

Siklus iklim di Australia sejatinya berlawanan penuh dengan wilayah Eropa maupun Amerika. Ketika negara-negara di belahan bumi utara menikmati musim panas, Australia justru berada pada periode musim dingin.

Temuan survei menunjukkan sebanyak 42% responden tidak mengetahui kedatangan musim dingin di negara kanguru tersebut. Sementara itu, 44% responden memiliki pemikiran bahwa Australia selalu bersuhu hangat serta cerah di sepanjang tahun. Dampak dari pandangan yang keliru ini memaksa pelancong hanya mengemas pakaian tipis di dalam koper. Imbasnya, mereka terpaksa merogoh kocek untuk membeli jaket tebal saat tiba, bahkan beberapa di antaranya harus merombak rencana perjalanan.

Tingkat pemahaman cuaca ini juga berbeda antarnegara asal. Wisatawan Inggris tercatat lebih paham dengan persentase 64% tahu mengenai musim dingin Australia, sedangkan wisatawan asal Amerika Serikat hanya berada di angka 52%. Beberapa kawasan seperti Queensland, Northern Territory, dan area Australia Barat memang masih memiliki suhu udara hangat. Namun, destinasi favorit seperti Sydney, Melbourne, Adelaide, dan Hobart membutuhkan pakaian hangat yang tebal.

Pada bulan Juli, suhu rata-rata di Sydney berada di kisaran 9 derajat Celsius. Situasi ini membuat Pantai Bondi tidak hanya dipakai untuk berselancar, tetapi juga menghadirkan wahana seluncur es bagi para pengunjung. Kondisi yang lebih dingin dapat ditemui di Tasmania dengan kisaran suhu rata-rata mencapai 5 derajat Celsius.

Wilayah Canberra bahkan sering mencatatkan angka suhu udara di bawah titik beku saat musim dingin tiba. Meski udara dingin mengepung, Tasmania tetap gencar dipromosikan sebagai lokasi wisata off-season yang menarik. Resor-resor ski di Australia juga terus menyajikan beragam aktivitas rekreasi, meskipun curah salju tahun ini tergolong tidak melimpah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author