Warung Nasi Lemak Legendaris di Malaysia Pertahankan Harga Murah

Share

Seorang pemilik kedai nasi lemak legendaris bernama Othman tetap mempertahankan harga murah sebesar 50 sen atau sekitar Rp4 ribuan per porsi di Sungai Bayor, Perak, Malaysia pada 11 Juni 2026.

Seperti dilansir dari Detik Food, pria berusia 72 tahun tersebut sudah menjual kuliner tradisional ini selama 30 tahun. Awalnya, sajian yang dibungkus kertas beralaskan daun pisang itu dijual seharga 30 sen atau Rp1.200-an sebelum akhirnya mengalami kenaikan.

Hidangan berukuran kecil tersebut disajikan lengkap dengan sambal belacan, ikan teri, serta seperempat bagian telur rebus. Setiap harinya Othman mampu memproduksi dan menjual hingga 300 bungkus nasi lemak kepada para pelanggan.

Pendapatan kotor dari penjualan tersebut mencapai Rp1,2 juta per hari, dengan omzet keuntungan bersih berkisar antara Rp66 ribu hingga Rp88 ribu. Pemilik kedai mengaku tetap bersyukur atas kelangsungan usahanya meskipun margin keuntungan yang diperoleh terbilang sangat tipis.

"Orang selalu tanya kenapa masih jual 50 sen (Rp 4 ribuan), ada untungnya kah? Saya cuma senyum saja, karena memang kalau dihitung untungnya tidak seberapa," kata Othman.

Pria paruh baya ini juga menyatakan rasa syukurnya karena bisnis kulinernya tetap berjalan dan diminati masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

"Alhamdulillah saya bersyukur karena masih mampu bertahan," lanjutnya.

Fenomena serupa mengenai penjualan hidangan dengan harga terjangkau juga ditemukan pada pelaku usaha kuliner lain di negara tersebut. Warung Hasmida yang beroperasi sejak tahun 2006 di Malaysia turut mempertahankan harga jual nasi lemak sebesar 2 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp8.834 per porsi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author