Warung Mie Hu Tieu di Vietnam Tutup Sementara Akibat Terlalu Viral

Share

Sebuah warung makan di Ho Chi Minh, Vietnam, mendadak menghentikan operasional usahanya. Langkah tersebut diambil bukan karena sepi pembeli, melainkan akibat kewalahan menghadapi lonjakan pengunjung usai warung tersebut mendadak viral di media sosial. Seperti dilansir dari Detik Food, Warung Mie Hu Tieu yang berlokasi di halaman sebuah vila melayani lonjakan pelanggan secara tiba-tiba.

Kondisi ini membuat usaha kuliner yang dikelola oleh sebuah keluarga tersebut kesulitan mengatur pelayanan. Pemilik usaha, Mai Van Liem, memutuskan untuk menyetop layanan pelanggan sejak Selasa pagi. Langkah drastis ini diambil setelah ia menyaksikan para pembeli harus rela mengantre hingga 45 menit hanya demi menikmati semangkuk mie.

Banyaknya jumlah pengunjung yang datang membuat pengelola merasa kewalahan. Mai Van Liem mengaku merasa tidak enak hati karena harus membiarkan para pembelinya menunggu dalam waktu yang sangat lama.

Imbas dari lonjakan tersebut, keluarga pemilik warung memilih untuk meliburkan diri sementara waktu. Masa rehat ini dimanfaatkan untuk menambah jumlah staf, membeli pasokan mangkuk baru, serta menata ulang area makan agar lebih nyaman. Hingga saat ini, pihak pengelola belum mengumumkan tanggal pasti kapan warung mie tersebut akan kembali dibuka untuk umum.

Mai Van Liem bersama istrinya telah merintis usaha kuliner hidangan hu tieu selama 36 tahun. Hu tieu sendiri merupakan sajian sup mie khas Vietnam yang memadukan mie beras dan mie kuning dengan kuah kaldu gurih serta aneka topping. Sebelum menempati halaman vila, pasangan suami istri ini berjualan menggunakan gerobak di trotoar. Pelanggan mereka sebelumnya didominasi oleh warga lokal di sekitar area tersebut.

Popularitas tak terduga ini mulai melonjak sejak tiga minggu lalu. Lonjakan kerumunan pembeli terjadi setelah salah satu pelanggan mengunggah keberadaan warung mie tersebut ke platform TikTok. Meski kini diserbu pembeli, pemilik warung tetap mempertahankan harga jualnya di angka VND30.000 atau sekitar Rp 20.542 per mangkuk.

Sebelum mendadak tular di media sosial, warung ini rata-rata hanya menjual 50 hingga 70 mangkuk per hari, dengan tambahan sekitar 20 mangkuk saat akhir pekan. Namun setelah viral, angka penjualan melonjak drastis hingga mencapai 150 sampai 200 mangkuk sehari, bahkan menembus 250 mangkuk pada hari-hari tertentu.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: kuliner Vietnam viral
Editors Team
gilang-permana-putra
Author