Warong Nasi Pariaman Singapura Siap Buka Kembali lewat Pop Up Store
Kabar mengenai penutupan tempat makan nasi Padang tertua di Singapura sempat menarik perhatian publik setelah beroperasi selama 78 tahun. Namun, pihak pengelola membawa kabar baik mengenai rencana operasional kembali kuliner legendaris tersebut.
Hidangan khas Sumatera Barat ini dipasarkan oleh Warong Nasi Pariaman yang memegang predikat sebagai penyedia nasi Padang otentik tertua di Singapura. Dikutip dari Detik Food, destinasi kuliner ini sebelumnya dinyatakan berhenti beroperasi secara resmi pada 31 Januari 2026.
Melalui pengumuman di akun Instagram @pariamanmasakanpadang pada 24 Juni 2026, penerus generasi ketiga Warong Nasi Pariaman, Yanti Sulastri, membeberkan faktor di balik keputusan penutupan tersebut. Lonjakan biaya operasional menjadi kendala terbesar yang dihadapi manajemen.
"Sebab bahan mentah sudah mahal, biaya sewa pun. Kami benar-benar menggunakan santan asli, bukan santan kemasan. Banyak tempat makan yang pilih pakai santan kemasan, kami tidak. Bukan itu saja, ada biaya-biaya lain yang tak bisa diungkapkan," ujar Yanti.
Yanti juga memberikan penjelasan saat ditanya mengenai peluang pembukaan kembali tempat makan tersebut. Dia menyatakan bahwa pengelola dari generasi kedua dan ketiga telah memilih untuk pensiun dari bisnis restoran.
Kendati demikian, antusiasme besar muncul dari generasi keempat keluarga pemilik. Menurut Yanti, para penerus muda tersebut memiliki semangat tinggi untuk menghidupkan kembali usaha kuliner keluarga.
Saat ini, generasi keempat masih berada dalam fase pembelajaran dan persiapan intensif. Langkah ini diambil demi menjaga konsistensi rasa otentik agar tidak keluar dari jalur tradisinya. Uji coba operasional oleh generasi keempat ini bakal dikemas dalam konsep toko pop-up.
Dalam rencana terdekat, Warong Nasi Pariaman dijadwalkan ikut berpartisipasi dalam festival kuliner The Great Food Assembly. Agenda tersebut bakal diselenggarakan di Suntec City Hall, Singapura, selama tiga hari pada 3-5 Juli 2026.
Sejumlah menu andalan yang dahulu kerap diburu pelanggan setia siap dihadirkan kembali. Yanti membocorkan bahwa hidangan yang akan disajikan meliputi rendang, ayam bakar, ayam gulai, acar, serta sambal belado.
Manajemen menyediakan sistem pemesanan di awal atau pre-order bagi para pengunjung festival. Langkah taktis ini diterapkan guna menghindari kekecewaan pembeli akibat kehabisan stok masakan. Antisipasi ini berkaca pada momen menjelang penutupan gerai terdahulu, di mana antrean konsumen mengular panjang hingga berjam-jam.