Warga Kepulauan Sula Ditemukan Meninggal di Perut Ular Piton
Hasim Lumbesi, warga Desa Waisakai, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia di dalam perut ular piton sepanjang tujuh meter pada Senin (27/7/2026). Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Lalnana saat korban dalam perjalanan pulang.
Korban sebelumnya terlihat berjalan kaki sendirian dari Desa Kobo menuju Desa Waisakai sekitar pukul 03.00 WIT. Pihak keluarga yang khawatir karena korban tak kunjung sampai rumah hingga sore hari kemudian melakukan pencarian bersama warga menyusuri jalur hutan.
Tim pencari menemukan barang-barang milik korban seperti tas, senter, dan sandal di tepi jalan sekitar pukul 16.00 WIT. Warga kemudian mengikuti jejak di sekitar lokasi hingga mendapati seekor ular piton berukuran besar yang tidak dapat bergerak bebas.
Warga bersama-sama melumpuhkan ular tersebut dan membelah bagian perutnya untuk mengevakuasi korban. Jenazah Hasim kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Waisakai untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.
Aparat kepolisian membenarkan adanya insiden tragis yang menimpa warga di kawasan perbatasan antardesa tersebut.
"Korban diterkam oleh ular piton berukuran 7 meter lalu ditelan hingga korban meninggal dunia," kata Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Handres dilansir detikSulsel, Rabu (29/7/2026).
Kapolres menjelaskan bahwa warga menemukan ular tersebut setelah menyusuri petunjuk dan jejak yang ditinggalkan di sekitar tempat kejadian.
"Mengikuti jejak tersebut hingga menemukan ular. Warga lalu membunuh ular tersebut untuk mengeluarkan jasad korban dari perut," beber Handres.
Dalam keterangan terpisah, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi area hutan dan perkebunan.
"Memang benar itu kejadian di Desa Waisakai, korban ditemukan warga sudah dalam kondisi meninggal dunia, karena ditelan ular piton," ujar Handres, Selasa (28/7/2026).
Guna mengantisipasi kejadian serupa, kepolisian mengimbau warga agar tidak melakukan perjalanan seorang diri di jalur rawan.
"Kami imbau agar masyarakat bisa hati-hati saat pergi ke kebun bila perlu saat ke hutan bisa dua orang tidak sendirian," ucapnya.
Saksi setempat mengonfirmasi bahwa jalur yang dilalui korban merupakan kawasan sepi tanpa pemukiman warga.
"Jarak antara Desa Kobo dan Desa Waisakai cukup jauh melewati hutan, jalan setapak dan tidak ada rumah di sepanjang jalan hingga masuk Desa Waisakai," kata Aswinto Umsasugi, dikutip dari Tribunternate.com, Selasa (28/7/2026).
Pemerintah desa setempat turut menyampaikan belasungkawa dan mengingatkan warga untuk tetap waspada saat bepergian.
"Saya meminta kepada warga agar tetap selalu waspada saat bepergian ke desa tetangga. Apalagi pada malam hari," kata Kepala Desa Waisakai, Masun Umasugi, dilaporkan RRI, Selasa (28/7/2026).