Wapres Gibran Tinjau Penanganan Bencana Gempa Bumi di NTT
Wakil Presiden Gibran Rakabuming bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (20/8/2026) untuk meninjau penanganan serta pemulihan pascagempa bumi. Dalam kunjungan kerja tersebut, Wapres turut membawa perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia guna membantu pemulihan trauma para korban terdampak.
Rombongan Wapres mendatangi sejumlah titik kerusakan dan fasilitas umum di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat di masa tanggap darurat serta menyesuaikan langkah penanganan pemerintah dengan kondisi riil di lapangan.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu (19/8/2026) pukul 20.00 WIB, total korban jiwa akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT sejak Sabtu (15/8/2026) mencapai 71 orang. Sementara itu, sebanyak 59.647 warga bertahan di pengungsian, dengan konsentrasi pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai. Gempa susulan magnitudo 5,8 juga masih terjadi hingga Kamis (20/8/2026) pagi dan dirasakan di Labuan Bajo.
Saat mengunjungi posko pengungsian sementara di SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten Sikka, Wapres melihat kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan di bagian atap. Di lokasi tersebut, Wapres berdialog langsung dengan para pengungsi di tenda darurat, menyerahkan peralatan bayi, serta membagikan mainan dan buku kepada anak-anak.
"Anaknya sudah makan?" tanya Wapres Gibran Rakabuming di lokasi pengungsian SD Inpres Wairklau.
Wapres memastikan kondisi kesehatan serta keselamatan fisik anak-anak yang berada di area penampungan tersebut.
"Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?" lanjut Wapres Gibran Rakabuming.
Kunjungan Wapres ke sekolah terdampak bertujuan memastikan keberlanjutan layanan pendidikan bagi anak-anak selama masa tanggap darurat. Pemerintah berkomitmen tidak hanya memperbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak, tetapi juga menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman pascabencana.
Selain menyambangi fasilitas pendidikan, Wapres yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Kepala BNPB Suharyanto memantau kerusakan di Pelabuhan Laurentius Say dan Gereja Santa Maria Magdalena Nangahure.
Data BNPB per Selasa (18/8/2026) mencatat penyaluran bantuan logistik via udara telah mencapai 165 ton. Secara keseluruhan, total logistik yang terkirim sejak 15 hingga 18 Agustus 2026 berjumlah 398 ton, dengan jalur darat tetap dimaksimalkan sebagai moda pengiriman utama.