Polisi Malaysia Tahan Wanita Diduga Pembunuh Ibu Hamil Asal Aceh

Share

Seorang pekerja wanita asal Aceh Tamiang bernama Putri Hensy Aprilda (22) beserta bayinya diduga menjadi korban pembunuhan kejam di Selangor, Malaysia, setelah mengalami penyiksaan berat hingga terpaksa melahirkan secara prematur.

Peristiwa tragis ini dilansir dari Detikcom berdasarkan penelusuran tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia bersama Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma. Penganiayaan berat yang dialami korban hingga mengakibatkan kelahiran prematur tersebut dilaporkan terjadi pada 25 Maret di wilayah Klang, Selangor.

"Korban disiksa dengan sangat kejam. Perutnya dipijak dan dipukul berulang kali hingga akhirnya melahirkan sendiri sebelum waktunya. Dalam kondisi tersebut, bayi lahir berlumuran darah," kata Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak yang dilahirkan secara paksa tersebut juga tidak luput dari tindakan kekerasan oleh pelaku hingga akhirnya kehilangan nyawa.

"Bayi itu tidak hanya sekali disakiti, tetapi diduga berulang kali diperlakukan secara kejam hingga akhirnya meninggal dunia," jelas Haji Uma.

Informasi awal mengenai kematian pekerja asal Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang ini diperoleh melalui laporan dari pihak KBRI Kuala Lumpur. Berdasarkan laporan yang diterima GAB Malaysia, dugaan pembunuhan terhadap Putri dan bayinya dilakukan oleh seorang perempuan pada Rabu (3/6) di wilayah Sepang, Selangor.

Jasad Putri ditemukan di lokasi terpisah dari bayinya, di mana jenazah korban kini berada di Rumah Sakit Serdang, Selangor, sementara jenazah sang bayi ditempatkan di Rumah Sakit Shah Alam. Otoritas kepolisian setempat bertindak cepat dengan menangkap terduga pelaku yang merupakan warga negara Malaysia pada 19 Juni 2026.

"Dari informasi yang kami terima melalui KBRI Kuala Lumpur, pelaku diduga seorang perempuan warga Malaysia. Saat ini pelaku sudah berhasil diamankan pada 19 Juni 2026 dan sedang menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Malaysia," ujar Haji Uma.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author