Wamendikti Ungkap Lulusan Vokasi Serap Tenaga Kerja Lebih Tinggi dari Sarjana

Share

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengungkap lulusan perguruan tinggi vokasi memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja lebih tinggi dibanding lulusan akademik sarjana, berdasarkan tracer study tahun 2021-2024, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Hasil tracer study menunjukkan bahwa penyerapan lulusan vokasi mencapai 77%, sementara lulusan sarjana sebesar 72%. Stella menegaskan bahwa pendidikan vokasi sangat penting dalam merespons kebutuhan industri dan pasar kerja.

"Jadi penyerapan ke tenaga kerja vokasi lebih tinggi dari pada lulusan akademik S1," ujar Stella dalam acara Talkshow Pionir Permadani di Grha Sabha Pramana UGM.

Ia menambahkan, keberadaan lulusan vokasi menjadi alasan industri dan investor tetap bertahan di Indonesia. "Perguruan tinggi vokasi paling utama perannya untuk merespon pasar kerja," kata Stella.

Stella juga menepis anggapan bahwa lulusan vokasi sulit diterima di pasar kerja dan menegaskan peran besar lulusan vokasi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. "Per hari ini, industri dan pasar membutuhkan tenaga kerja terampil yang siap kerja," ujarnya.

Lebih lanjut, Stella memberikan contoh penyerapan lulusan vokasi di luar negeri, seperti di Shenzhen Polytechnic University, Tiongkok, yang bekerja sama dengan perusahaan besar seperti BYD dan Huawei. Menurutnya, kontribusi lulusan vokasi di wilayah Shenzhen, Hong Kong, dan Guangzhou mampu meningkatkan pendapatan hingga 2,15 triliun USD, lebih besar dibanding output ekonomi Indonesia yang sekitar 1,55 triliun USD. "Inilah mengapa saya sebut vokasi kunci masa depan Indonesia," tegas Stella.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan contoh di Eropa dan Korea Selatan, di mana lulusan vokasi meraih gaji tinggi hingga 102.114 Swiss Franc atau setara Rp2 miliar.

"Karena mereka tahu perekonomian mereka tidak akan bisa maju tanpa vokasinya yang kuat," tutur Stella yang juga profesor di Tsinghua University. Kemendikbudristek memperkuat peran lulusan vokasi lewat program yang berlandaskan tiga pilar, yaitu industry match curriculum, industry match instructors, dan industry match infrastructure. Salah satu program tersebut melibatkan kerja sama dengan LiuGong, perusahaan multinasional asal Tiongkok, yang memberikan beasiswa dan kesempatan magang bagi mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author