Wamendagri Tekankan Pemanfaatan Bonus Demografi untuk Indonesia Maju
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya memanfaatkan bonus demografi sebagai jalan untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dalam 20 tahun ke depan, dalam orasi ilmiah di Universitas Garut, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026).
Indonesia saat ini didominasi penduduk usia produktif yang menjadi modal besar mempercepat pembangunan. Namun Bima menekankan, bonus demografi tidak otomatis membawa kemajuan tanpa persiapan generasi muda yang berkarakter dan kompeten menghadapi perubahan zaman, dilansir dari Detikcom.
Bima menyebutkan transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) mengubah kebutuhan dunia kerja dan tata kelola pemerintahan. Oleh sebab itu, generasi muda harus menguasai kompetensi seperti AI, big data, ilmu komputer, robotika, sistem informasi, dan analisis data.
"Indonesia akan menjadi negara maju kalau kita bisa naik kelas dalam waktu 20 tahun. Masalahnya adalah kita hanya akan bisa naik kelas kalau bisa memanfaatkan bonus demografi," ujar Bima.
Bima memberikan contoh pemanfaatan AI di Kemendagri untuk pengelolaan talenta aparatur sipil negara agar penempatan pegawai sesuai kompetensi.
Menurut Bima, karakter lebih menentukan keberhasilan dibandingkan kompetensi, dengan porsi 70 sampai 80 persen.
"Kalau saya ditanya mana yang lebih menentukan, kompetensi atau karakter, saya katakan 70 sampai 80 persen adalah tentang karakter," tegasnya.
Ia menambahkan, penguasaan teknologi saja tidak cukup tanpa integritas, disiplin, kejujuran, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar sepanjang hayat.
"Banyak orang berhasil bukan semata karena kecerdasan akademik, melainkan karena memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan," ujar Bima.
Bima mengajak para wisudawan menjadi pemimpin terbuka terhadap perbedaan, mampu berkolaborasi, menjaga keseimbangan hidup, dan membangun jejaring yang luas.
"Pemimpin masa depan diukur bukan hanya dari kemampuan pribadi, melainkan juga dari kemampuannya bekerja sama dan memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan adab sebagai fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, karena karakter yang baik akan membentuk pola pikir, tindakan, dan kebiasaan positif yang menentukan masa depan seseorang.
Bima meyakini inovasi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian para lulusan akan menjadi modal penting memajukan Kabupaten Garut sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.