Wamendagri Ajak Pemangku Kepentingan Papua Optimalkan Program Pemerintah

Share

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mengajak seluruh pemangku kepentingan di Papua untuk memanfaatkan program prioritas pemerintah sebagai peluang memperkuat ekonomi masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah, Jumat (29/5/2026), dilansir dari Detikcom.

Langkah aktif menyambut program strategis pemerintah, termasuk Program Hasil Terbaik Cepat (quick win) Presiden Prabowo Subianto, dinilai perlu dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Papua.

"Program cepat dari Bapak Presiden untuk menghasilkan ini perlu dijemput," ujarnya dalam sesi panel Konferensi Analisis Papua Strategis Ketiga di Papua Youth Creative Hub, Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).

Ribka Haluk mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pertanian, perikanan, hingga usaha lokal secara luas.

"Programnya bukan hanya untuk memberikan makan … , tetapi bagaimana sih pertaniannya itu bisa dibeli oleh dapur MBG, perikanan [juga bisa terlibat]. Pokoknya semua ada efek berantainya [yang sangat besar]," katanya.

Tantangan pembangunan di Papua turut menjadi sorotan dalam kesempatan tersebut, terutama terkait tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem yang masih berada di atas rata-rata nasional berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Penyelesaian kondisi tersebut dipandang sebagai pekerjaan rumah bersama yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat di Papua.

"Ini semua PR kita yang harus dikerjakan bersama," ujarnya.

Pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua kemudian ditekankan untuk diperkuat agar benar-benar mampu menghadirkan pelindungan, pemberdayaan, dan kesejahteraan bagi Orang Asli Papua (OAP).

Pemerintah pusat sendiri terus mendorong evaluasi dan penguatan tata kelola Otsus, termasuk dalam aspek regulasi dan keberpihakan kebijakan kepada masyarakat Papua, serta mengajak seluruh unsur daerah untuk memperkuat sinergi.

Arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 juga disinggung, di mana Papua perlu mempersiapkan diri sejak sekarang agar mampu mengambil peran dalam proses transformasi Indonesia menjadi negara maju.

"Ini yang harus kita ketahui [sebagai] masyarakat semua, di mana arah [yang dituju oleh] negara. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kita pasti akan ke sana," tandasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author