Wamen Sosial Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumba Timur
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berharap pembangunan Sekolah Rakyat permanen segera terwujud di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari prioritas pembangunan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan tingkat kemiskinan tinggi, dilansir dari Detikcom.
Sumba Timur telah mengajukan lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, untuk pembangunan sekolah tersebut. Lahan ini sudah disurvei Kementerian Pekerjaan Umum dan memenuhi syarat, dengan dua catatan; dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan pelebaran akses jalan harus diselesaikan.
"Jadi saya berharap betul Sumba Timur bisa, karena Sumba Barat sudah masuk ini, ya Sumba Timur bisa ikut. Kalau kemudian tadi syaratnya masih kurang dua, satu pelebaran jalan sama satunya PKKPR itu beres, ya sudah," ujar Agus Jabo saat menerima audiensi Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali di Kantor Kemensos, Jakarta.
Agus Jabo juga menyampaikan fokus Presiden Prabowo Subianto adalah pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui Program Sekolah Rakyat.
"Nah, Sekolah Rakyat itu dibuat dalam rangka pengentasan kemiskinan, jadi Pak Presiden ingin memutus transmisi kemiskinan antargenerasi," kata Agus Jabo.
Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin tanpa proses pendaftaran, melainkan melalui penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Jadi kan sekarang kita sudah punya data tunggal, dari data tunggal itu kemudian kita bentuk tim, tim itu yang kemudian akan ground check," tambah Agus Jabo.
Menanggapi hal ini, Bupati Sumba Timur Umbu Lili menyatakan kesiapan melengkapi persyaratan, terutama pelebaran jalan yang saat ini sudah berukuran sekitar 4 meter dengan pengerasan.
"Kalau jalan sebetulnya sudah ada, lebar standar jalan daerah saja, mungkin sekitar 4 meter yang sudah pengerasan, itu mulai langsung di tepi jalan itu. Kalau terkait dengan komitmen untuk meningkatkan kondisinya, nanti kami akan lebaran," ujar Umbu.
Umbu juga menjelaskan bahwa lahan yang diajukan strategis karena dilintasi aliran air bersih dan jaringan listrik, sehingga tidak akan mengalami kesulitan kebutuhan dasar tersebut.
Angka kemiskinan di Sumba Timur masih tinggi, dengan 25 persen penduduk miskin dan 18 persen miskin ekstrem. Pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat membantu memutus rantai kemiskinan antar generasi.
"Kami salah satu kabupaten yang masuk kategori 3T, salah satu kabupaten di NTT dari 22 kabupaten. Kategori 3T ini memang sesuatu yang masih kami upayakan di daerah supaya paling tidak angka-angka perbaikan di tingkat masyarakat juga bisa kita optimalkan," ujar Umbu.
Dia juga mengapresiasi berbagai bantuan sosial dari Kementerian Sosial yang telah disalurkan ke wilayahnya dan pemantauan pemanfaatannya secara tepat sasaran.
"Program-program Kementerian Sosial memang menyentuh sekali, terutama berkaitan dengan bansos, berkaitan dengan PKH, betul-betul membantu. Kami tidak hanya sekedar menyalurkan, kami juga memantau masyarakat penerima ini memanfaatkan dengan benar," kata Umbu.