Wali Kota Bandung Segel Lapangan Padel Akibat Penebangan Pohon

Share

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons keras dugaan penebangan sepuluh pohon peneduh di perempatan Jalan LLRE Martadinata-Jalan Cihapit, Jumat (31/7/2026). Dilansir dari Detikcom, Pemerintah Kota Bandung langsung mengerahkan Satpol PP untuk memasang garis penyegelan di depan area lapangan padel yang baru rampung tersebut.

Aksi penebangan liar itu memicu kemarahan Wali Kota Farhan saat menggelar inspeksi mendadak di lokasi trotoar tersebut. Langkah hukum pun disiapkan oleh Pemkot Bandung untuk menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya pohon-pohon peneduh kota itu.

"Wah, ini mah saya marah atuh. Ini saya marah sekali ini. Ini akan kita pidanakan," kata Farhan, Wali Kota Bandung.

Area trotoar yang dulunya rindang kini gundul dan tidak lagi memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki dari terik matahari. Berdasarkan data dokumentasi digital Google Earth pada Agustus 2024, sembilan pohon berbalut kain warna khas Kota Bandung sempat berdiri tegak di lokasi tersebut sebelum arena olahraga itu dibangun.

Menanggapi tindakan penyegelan otoritas setempat, pengelola lapangan padel SixNine menyatakan siap bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang berjalan. Pihaknya mengaku sedang menunggu surat panggilan resmi dari Satpol PP Kota Bandung.

"Saya belum dapat tembusan resminya. Mungkin saya juga enggak tahu apakah itu langsung ke pihak manajemen atau bukan," kata Fajar, pengelola lapangan padel SixNine.

Manajemen menegaskan iktikad baiknya untuk mendatangi kantor dinas terkait guna memberikan keterangan apabila pemanggilan resmi telah diterima. Pihaknya berjanji akan menjalani seluruh prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan.

"Pasti, kita ikutin prosedur yang berlaku aja. Cuman sampai saat ini kami dari pengelola harian di sini belum mendapatkan tembusan apa pun," kata Fajar, pengelola lapangan padel SixNine.

Dari kacamata pengelola, fasilitas olahraga tersebut baru mulai dibuka untuk uji coba operasional sejak 20 Juni 2026. Pihak manajemen mengklaim tidak terlibat dalam proses penebangan lantaran sepuluh batang pohon tersebut sudah hilang saat mereka mulai beraktivitas di lokasi.

"Pokoknya kita operasi mulai tanggal 20 Juni aja, Pak. Nah penebangan pohonnya kapan, kita kurang paham juga. Karena pas tanggal 20 Juni, kurang lebih begitu," kata Fajar, pengelola lapangan padel SixNine.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author