Wabah Salmonella Mi Instan Ukraina Jangkiti 106 Warga Eropa
Sebanyak 106 orang di 14 negara Eropa dilaporkan terinfeksi wabah bakteri salmonella yang diduga kuat terkontaminasi melalui konsumsi produk mi instan rasa ayam asal Ukraina hingga data terbaru per 27 Juni tahun ini. Lonjakan kasus infeksi lintas negara ini mengakibatkan hampir 50 pasien harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, dengan lebih dari 30 korban di antaranya merupakan anak-anak di bawah usia 10 tahun, dilansir dari Detik Health. Badan keamanan pangan Eropa bersama European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) mengidentifikasi produk mi berbumbu dari merek yang sama sebagai sumber paling mungkin dari penularan bakteri Salmonella Stanley ST2045 tersebut.
Meskipun otoritas tidak merinci nama produsen secara langsung, penelusuran strain bakteri mengarah pada fasilitas milik Euro Food Service di Ukraina selaku pembuat produk.
Pihak Reeva Foods selaku distributor internasional mengonfirmasi adanya dugaan kontaminasi pada salah satu batch produksi dan segera melakukan tindakan penarikan produk dari pasar. "Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami," kata Reva Foods, dikutip dari Mirror.
Langkah penarikan batch mi instan cup berbumbu tersebut kemudian diikuti dengan pelaksanaan investigasi internal secara menyeluruh oleh pihak manajemen perusahaan. Hingga saat ini, sebaran kasus infeksi bakteri penyebab keracunan makanan tersebut telah dikonfirmasi meluas di wilayah Austria, Inggris, Denmark, Estonia, Republik Ceko, Prancis, Jerman, Hungaria, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Polandia, dan Swedia.
Temuan beberapa jenis salmonella lain pada sejumlah sampel produk mengindikasikan adanya potensi titik kontaminasi yang lebih dari satu lokasi. "Penyebab utama dan titik terjadinya kontaminasi hingga saat ini belum dapat dipastikan, sehingga penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan." Otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat karakteristik produk mi instan yang memiliki daya simpan lama di lemari dapur konsumen.
"Lantaran produk ini memiliki masa simpan yang panjang, produk tersebut masih dapat menimbulkan risiko karena bisa disimpan di dapur rumah tangga dalam waktu lama. Artinya, masih mungkin akan muncul kasus-kasus baru."
Gejala klinis akibat infeksi salmonella ini umumnya meliputi kondisi diare, kram perut, mual, muntah, serta demam tinggi yang biasanya mulai muncul dalam kurun waktu 12 hingga 36 jam pascapaparan makanan terkontaminasi.