Volodymyr Zelensky Bakal Temui Donald Trump di Gedung Putih
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa mendatang. Kunjungan diplomatik ini berlangsung di tengah gelombang protes domestik di Ukraina akibat pemecatan menteri pertahanan serta meningkatnya ketegangan intelijen global.
Pejabat Ukraina mengonfirmasi kepada ABC News bahwa Zelensky tiba di Washington D.C. minggu depan untuk menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham. Politikus asal Carolina Selatan tersebut dikenal memiliki hubungan dekat dengan Zelensky dan sempat melawat ke Ukraina beberapa hari sebelum wafat dua minggu lalu.
Agenda pertemuan puncak ini juga diwarnai klaim terbaru Kyiv terkait aktivitas pengintaian antariksa. Zelensky menyatakan telah menginstruksikan badan intelijen Ukraina untuk membagikan data teritorial mengenai keterlibatan Rusia dalam membantu operasi militer Iran di kawasan Timur Tengah kepada pihak Amerika Serikat.
Melalui unggahan di media sosial X, Zelensky membeberkan bahwa intelijen Ukraina memantau aktivitas satelit militer Rusia di fasilitas strategis milik sekutu Arab Teluk dan pangkalan militer Amerika Serikat sejak awal Juli.
"Ada korelasi jelas antara pencitraan satelit Rusia di lokasi-lokasi ini dengan serangan Iran – baik sebelum serangan, dalam persiapan, maupun sesudahnya, untuk menilai kerusakan yang ditimbulkan," kata Zelensky, Presiden Ukraina.
Pihak Gedung Putih hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait penerimaan dokumen intelijen dari Kyiv maupun tuduhan keterlibatan Moskow tersebut. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan keyakinannya bahwa pemimpinan Rusia dan China tidak memberikan bantuan signifikan kepada pihak Iran.
Penegasan tersebut disampaikan Trump di Oval Office setelah merespons pernyataan Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang menilai Moskow dan Beijing turut menyokong tindakan militer Iran dalam tingkatan tertentu.
"Saya tidak tahu kalau mereka memfasilitasi. Maksud saya, Presiden Xi mengatakan dia tidak akan terlibat. Dan Presiden Putin juga mengatakan hal yang sama," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.