Viral Unggahan Pembeli Temukan Wafer Cokelat Tanpa Lapisan Cokelat
Seorang pengguna media sosial Threads dikejutkan dengan kondisi camilan wafer cokelat yang baru saja dibelinya. Produk yang seharusnya dilapisi cokelat tebal tersebut ternyata hanya berisi kepingan wafer polos berwarna kuning muda.
Kejadian unik yang diduga akibat kesalahan produksi ini memicu perhatian luas di internet. Pengalaman tersebut dibagikan oleh pemilik akun Threads @j***finaaa pada 8 Juni 2026.
"Kok bisaaa Beng Beng ku cuma wafer doang? Ga ada coklatnya sama sekali masaaa馃槶." tulis akun Threads @j***finaaa seperti dikutip dari Detik Food.
Netizen bernama Fina ini menyertakan bukti berupa satu foto dan tiga video. Dokumentasi tersebut menunjukkan isi kemasan plastik yang bersih dari sisa cokelat maupun karamel, hanya menyisakan lembaran wafer tipis.
"Demi Allah baru buka, nggak ada cokelatnya. Cuma wafer doang. Kok bisa?" ujar Fina dalam rekaman video tersebut.
Fina kemudian menandai akun Threads resmi milik produsen produk tersebut, Mayora. Ia juga menuliskan candaan mengenai situasi yang dialaminya.
"Bisaaa gantiin sekardus gaaakk?" canda Fina dalam unggahannya.
Unggahan mengenai wafer polos ini langsung menarik perhatian netizen dalam waktu satu hari. Berita ini mencatat interaksi yang tinggi dengan meraih lebih dari 27 ribu tanda suka dan hampir 4 ribu komentar.
Kolom komentar dipenuhi tanggapan jenaka dari para netizen yang melihat keanehan produk tersebut. Beberapa orang menyebutnya sebagai varian khusus hingga memberikan julukan unik.
"Ini memang varian baru kak, untuk yang punya diabetes," sahut seorang netizen.
"Lihat sekilas, aku pikir loofah (spons alami pembersih badan)," kata netizen lain.
Berbagai julukan baru muncul dari netizen untuk menyebut produk gagal cetak ini. Istilah seperti Beng Beng albino, gundul, telanjang, rare, secret, hingga less sugar disematkan pada wafer tersebut.
Saat dihubungi oleh Detik Food pada 8 Juni 2026, Fina membagikan rincian mengenai kronologi pembelian produk tersebut. Perempuan yang menetap di Aceh Tamiang ini membeli wafer tersebut pada 7 Juni 2026 di sebuah warung di daerah Medan.
Setelah keluhannya viral di Threads, pihak produsen langsung bergerak cepat menghubungi konsumen. Petugas layanan konsumen meminta rincian kejadian serta bukti foto untuk memeriksa kode produksi.
"Pihak Mayora tanya soal kronologi, bukti foto untuk pengecekan kode produksi. Untuk penyelesaian katanya besok (9/6) mereka mau datang ke rumah," kata Fina kepada detikFood.
Fina memutuskan untuk tidak mengonsumsi produk tanpa cokelat yang ia temukan tersebut. Ia memilih langsung membuangnya setelah mendokumentasikan kejadian.
"Nggak aku makan juga," katanya.
Melalui pembaruan informasi pada 9 Juni 2026, Fina mengonfirmasi bahwa perwakilan Mayora cabang Langsa telah mengunjungi kediamannya. Pertemuan tersebut berlangsung kondusif untuk menyelesaikan permasalahan produk cacat produksi ini.
"Intinya kami ngobrol santai, baik-baik, masukan yang aku kasih soal admin customer service-nya diterima. Aku juga ngasih saran supaya admin Mayora ikutan main Threads biar gokil kayak admin brand lainnya," tutur Fina.