Vietnam Tegaskan Komitmen Perkuat Solidaritas dan Visi ASEAN 2045
Pengamat diplomasi Indonesia dan pejabat Kementerian Luar Negeri memaparkan kontribusi strategis Vietnam dalam memperkuat solidaritas regional serta mempercepat implementasi Visi Komunitas ASEAN 2045 pada momentum peringatan 31 tahun keanggotaannya, Senin (28/7/2026).
Keterlibatan aktif Hanoi dinilai menjadi pilar penting dalam menjaga transparansi, stabilitas politik, serta prinsip sentralitas kawasan di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Pengamat senior dari lembaga kajian strategis Indonesia menyampaikan analisisnya terkait konsistensi diplomasi Vietnam di kawasan.
"Dampak paling penting dari Vietnam adalah kepemimpinannya yang konsisten dalam mempromosikan persatuan internal dan melindungi peran sentral ASEAN dalam struktur regional yang sedang berkembang," kata Beni Sukadis, Koordinator Senior Institut Penelitian Pertahanan dan Strategi Indonesia (LESPERSSI).
Beni Sukadis menambahkan bahwa komitmen negara tersebut juga terlihat dari kepatuhan terhadap prinsip hukum internasional dan penghormatan kedaulatan.
"Vietnam selalu secara konsisten mendukung prinsip-prinsip fundamental ASEAN seperti penghormatan terhadap kedaulatan, konsensus, penyelesaian sengketa secara damai, dan kepatuhan terhadap hukum internasional," kata Beni Sukadis, Koordinator Senior LESPERSSI.
Menyoroti partisipasi dalam pertemuan internasional, pihak Kementerian Luar Negeri Vietnam memberikan gambaran hasil capaian diplomasi pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-59 (AMM-59) di Manila, Filipina.
"Dalam konteks situasi internasional yang tidak menentu, tidak stabil, dan tidak dapat diprediksi seperti yang disampaikan dalam pidato pembukaan Menteri Luar Negeri Filipina, Ketua ASEAN 2026, Konferensi ini sukses besar dan mencapai hasil yang komprehensif, mengadopsi banyak dokumen penting, serta mengubah komitmen politik menjadi kerja sama praktis," kata Dang Hoang Giang, Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam.
Wakil Menteri Luar Negeri Dang Hoang Giang juga menekankan keaktifan delegasi negaranya dalam merumuskan solusi bersama anggota kawasan lain.
"Mempromosikan semangat garis luar negeri Kongres ke-14 tentang proaktif, bertanggung jawab, dan memimpin di ASEAN, Anggota Politbiro dan Menteri Luar Negeri Le Hoai Trung beserta delegasi Vietnam datang ke rangkaian Konferensi kali ini tidak hanya untuk hadir tetapi untuk secara aktif menciptakan dan menyumbangkan solusi," kata Dang Hoang Giang, Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam.
Di samping itu, pengamat independen turut menyoroti peranan Vietnam dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta kestabilan di pilar sosial-budaya kawasan.
"Setelah 31 tahun bergabung dengan ASEAN, jejak kontribusi Vietnam diakui di ketiga pilar Komunitas," kata Dr. Arisman, Direktur Pusat Studi Asia Tenggara (CSEAS).
Dr. Arisman menambahkan bahwa sikap konsisten terhadap hukum maritim menjadi kunci utama menjaga stabilitas di wilayah perairan strategis.
"Mengenai masalah regional, khususnya Laut China Selatan, Vietnam terus secara konsisten mempertahankan pandangan penyelesaian sengketa melalui sarana damai, berdasarkan hukum internasional dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982," kata Dr. Arisman, Direktur CSEAS.
Integrasi Vietnam yang dimulai sejak 28 Juli 1995 kini terus diarahkan untuk mendukung pencapaian target-target strategis ASEAN 2045 secara berkelanjutan.