Venezuela Sepakat Ambil 31 Ton Emas di Bank of England
Pemerintah sementara dan oposisi Venezuela menyepakati kerja sama untuk mengupayakan penarikan 31 ton cadangan emas senilai 4 miliar dolar AS di Bank of England. Langkah yang diumumkan pada pertengahan Agustus 2026 ini bertujuan mendanai rekonstruksi pascagempa bumi besar yang menewaskan lebih dari 6.000 jiwa pada Juni lalu.
Kesepakatan langka ini dicapai setelah perundingan selama dua minggu dengan mediasi Amerika Serikat. Upaya pemulihan difokuskan pada pembangunan kembali pemukiman warga, pusat kesehatan, sekolah, jaringan listrik, serta pembersihan puing-puing bencana di daerah terdampak.
Anggota Parlemen Venezuela dari Majelis Nasional 2015, Ramón López, menjelaskan bahwa penggunaan dana dari cadangan emas tersebut akan diawasi secara ketat demi memastikan penyalurannya tepat sasaran.
"Pelepasan aset 31 ton emas itu akan bergantung pada semua mekanisme perencanaan dan pengendalian yang diperlukan, di bawah rencana yang berfokus pada perumahan, pusat kesehatan, dan sekolah di wilayah-wilayah terdampak," kata Ramón López, Anggota Parlemen Venezuela.
Aset emas milik negara Amerika Selatan ini telah tertahan di brankas Inggris sejak 2018 akibat sengketa politik dan sengketa hukum yang berlarut-larut. Pemerintah Inggris tidak mengakui legitimasi pemerintahan Nicolas Maduro, sehingga memblokir akses Venezuela terhadap aset cadangan internasionalnya.
Kepala Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menegaskan komitmen bersama antara pemerintah dan parlemen untuk mengembalikan hak atas cadangan emas tersebut demi membiayai pemulihan nasional.
"Kami akan memusatkan upaya untuk mendorong pemulihan aset internasional Venezuela di Bank of England," ujar Jorge Rodriguez, Kepala Majelis Nasional Venezuela.
Kebutuhan dana rekonstruksi kian mendesak seiring dengan kondisi ekonomi Venezuela yang tertekan oleh lonjakan inflasi. Bank sentral Venezuela mencatat inflasi bulanan melonjak menjadi 19,9 persen pada Juli 2026 akibat terganggunya jalur distribusi barang pascabencana, sementara inflasi tahunan menembus 575,9 persen.
Meskipun Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh otoritas AS pada Januari 2026 dan Penjabat Presiden Delcy Rodríguez telah menyurat ke Raja Charles III, Bank of England belum juga mencairkan emas tersebut. Oleh karena itu, konsensus antara pemerintah sementara dan kubu oposisi dibentuk untuk memperkuat posisi tawar di pengadilan Inggris.
Selain menyepakati pengurusan emas di Inggris, putaran awal dialog antara perwakilan pemerintah Jorge Rodriguez dan pemimpin blok oposisi Dinorah Figuera juga menghasilkan kesepakatan mengenai reformasi sistem peradilan, termasuk perubahan Undang-Undang Dasar tentang Mahkamah Agung Venezuela (TSJ).
Kedua belah pihak berkomitmen membentuk mekanisme transparansi dan audit independen guna memastikan dana emas tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk penanganan dampak gempa bumi.