USU Kosongkan Gereja POUK Chapel untuk Penataan dan Renovasi

Share

Universitas Sumatera Utara (USU) mengosongkan bangunan Gereja POUK Chapel USU di Medan pada Senin (10/8/2026) untuk relokasi sementara dalam rangka penataan dan renovasi fasilitas rumah ibadah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pengosongan tempat ibadah tersebut diwarnai suasana histeris dari puluhan jemaat gereja. Langkah penertiban barang-barang ini dilakukan bertepatan saat pihak pengurus gereja sedang memenuhi panggilan kepolisian.

Ketua LBH Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Deddy Mauritz Simanjuntak menjelaskan kronologi kejadian saat dirinya tengah mendampingi pimpinan ibadah Gereja POUK Chapel USU, Pendeta Gloria Bale, di Polda Sumatera Utara.

"Jadi pada hari ini, kami melakukan pendampingan terhadap Ibu Pendeta Gloria Bale. Beliau dilaporkan ke Polda Sumatera Utara untuk LP yang ke-2 kalinya, dengan tuduhan pencemaran nama baik, sesuatu yang dia sendiri bingung, pencemaran nama baik apa yang dia lakukan. Nah, pada saat kami kurang lebih pukul setengah 11, mendampingi Ibu Pendeta Gloria Bale, si penyidik masih buka laptop, tiba-tiba kita dapat informasi dari teman kita di sini bahwa ada 10 truk dari Universitas Sumatera Utara yang melakukan pengosongan gereja," ujar Deddy Mauritz Simanjuntak, Ketua LBH MUKI.

Mendengar kabar armada truk mendatangi lokasi, tim kuasa hukum dan pengurus gereja langsung memutuskan untuk menghentikan proses pemeriksaan di Polda Sumatera Utara agar dapat segera kembali ke area rumah ibadah.

"Sempat ketemu (dengan pihak yang mengosongkan), tapi kita sudah lihat bahwa gereja itu berada dalam kondisi yang porak-poranda. Semua barang-barang, termasuk barang-barang pribadi yang harusnya, itu tidak bisa diambil dengan paksa karena ada undang-undang yang melindungi hal tersebut. Itu dilakukan oleh mekea yang mengatasnamakan Universitas Sumatera Utara," ucap Deddy Mauritz Simanjuntak, Ketua LBH MUKI.

Menanggapi peristiwa tersebut, pihak rektorat USU menegaskan bahwa pemindahan fasilitas merupakan langkah awal dari pembenahan serta peningkatan kapasitas gedung pembinaan kerohanian Kristen di lingkungan kampus.

Ketua Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU Robert Sibarani menerangkan fungsi strategis bangunan tersebut bagi kegiatan seluruh sivitas akademika penerima pelayanan kerohanian.

"Chapel selama ini difungsikan sebagai sarana pembinaan kerohanian bagi mahasiswa, dosen, pegawai, dan warga Kristen di lingkungan USU. Seiring meningkatnya jumlah mahasiswa Kristen, kebutuhan terhadap fasilitas pembinaan kerohanian yang lebih memadai juga semakin besar," ujar Robert Sibarani, Ketua PIWK USU.

Berdasarkan data internal kampus, populasi mahasiswa beragama Kristen di USU saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 orang yang tersebar di 16 fakultas.

"Dengan jumlah mahasiswa Kristen yang terus bertambah, kapasitas Chapel saat ini tentu perlu ditingkatkan. Karena itu, renovasi merupakan bagian dari upaya menyediakan fasilitas yang lebih representatif dan mampu memenuhi kebutuhan pembinaan kerohanian di lingkungan USU," kata Robert Sibarani, Ketua PIWK USU.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author