Ustaz Ahmad Firdaus Meninggal Dunia Saat Memberikan Ceramah di Klender

Share

Seorang ulama bernama Ustaz Ahmad Firdaus (53) meninggal dunia saat memberikan ceramah dalam acara haul di Klender, Jakarta Timur, pada Kamis (30/7) pukul 21.00 WIB, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Peristiwa duka tersebut sempat terekam kamera dan mendadak tular di jejaring media sosial. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya tepat saat sedang mengulas materi ceramah mengenai kematian dan selawat.

Putra almarhum, Ahmad Fikri Fairus (31), membenarkan kabar kepulangan sang ayah saat ditemui di kediamannya di kawasan Klender pada Minggu (2/8/2026).

"Hari Kamis malam Jumat jam 21.00 WIB. Kejadiannya ya begitu saja sih, Bang. Karena beliau sedang menyampaikan dakwah, menyampaikan ilmu dalam acara haul. Kemudian, ketika menyebut dan selawat kepada Nabi Muhammad, beliau dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta'ala," jelas Fairus.

Fairus menceritakan bahwa ayahnya memang secara khusus memilih topik ceramah yang berkaitan dengan ajal serta rasa rindu kepada Rasulullah SAW sebelum wafat.

"Beliau sedang menyampaikan ilmu tentang kematian dan menyampaikan tentang rindu yang harus diobati. Karena beberapa hari ini almarhum selalu menyampaikan membahas tema ceramahnya itu rindu, rindu, rindu. Rindu itu harus diobati kepada orang yang kita rindukan gitu," ungkapnya.

Tepat pada momen pembahasan tersebut, penceramah asal Jakarta Timur itu langsung tidak sadarkan diri di hadapan para jemaah.

"Sebagaimana ketika beliau menyebutkan Nabi Muhammad SAW, almarhum sudah mengembuskan napas terakhir," sambungnya.

Pihak keluarga dan jemaah sempat melarikan almarhum ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi untuk mendapatkan penanganan medis secara langsung.

"(Setelah itu) bawa ke rumah sakit hanya sekadar memastikan kalau almarhum sudah tiada," katanya.

Setelah dipastikan wafat oleh tim medis, jenazah almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Sumur, Jalan Dermaga, Jakarta Timur, pada Jumat (31/7).

"Almarhum buat saya sebagai putranya, insyaallah saya yakin husnul khatimah dan almarhum sudah mengobati kerinduan itu kepada Nabi Muhammad," katanya.

Fairus juga membagikan nasehat mendalam yang selalu ditanamkan ayahnya kepada seluruh anggota keluarga semasa hidupnya.

"Jadi, almarhum tuh menekankan kami hanya selalu bergantung kepada Allah. Apa pun yang kita sesulit apa pun urusan kita kepada Allah, intinya jangan ninggalin ibadah, gitu," kata Fairus.

Pesan tersebut senantiasa diulang agar anak-anaknya memiliki keteguhan iman dan tidak mudah terpuruk oleh urusan duniawi.

"Almarhum ke kami sebagai putra-putrinya hanya menekankan jangan pernah berharap kepada manusia. Setiap saat, setiap apa pun, almarhum selalu menekankan kepada kami jangan pernah berharap dan meminta kepada manusia karena ketika kita berharap kepada manusia, akhirnya akan kecewa. Tapi kalau kita berharap hanya kepada Allah, kita nggak akan pernah merasakan kekecewaan," katanya.

Warga sekitar tempat tinggal almarhum, Jamaludin (53), turut memberikan kesaksian mengenai sosok almarhum yang dinilainya sangat merakyat.

"Saya sebagai warga dan juga sebagai jemaah beliau, saya menganggap beliau itu seperti apa, kakak, guru, teman nongkrong juga. Jadi beliau tidak membeda-bedakan mana yang muda, mana yang tua, gitu. Jadi, intinya beliau tuh di mata beliau tuh sama semua, gitu. Tidak membeda-bedakan usia," kenang Jamaludin.

Jamaludin menambahkan bahwa almarhum sering memimpin rombongan jemaah dan murid-muridnya untuk melakukan ziarah ke berbagai makam ulama dan tokoh sejarah.

"Kalau untuk wilayah yang dekat-dekat seperti makam KH Ahmad Zayadi Muhajir, KH Ahmad Marzuqi bin Mirshod, Pangeran Jayakarta, terus ke mana, Jakarta Utara itu, iya, Keramat Luar Batang itu sering ikut beliau, gitu. Khususnya sih wilayah Jakarta lah. Wilayah Jakarta sering ikut beliau, gitu.

Ya, konvoi sama anak-anak apa, sama anak-anak majelis, sama anak-anak murid beliau. Sama yang di Ujung Harapan," katanya.

Menurutnya, almarhum tidak pernah menolak jika diminta bantuan oleh jemaah yang sedang memiliki hajat.

"Kalau apa yang dikatakan seperti itu betul. Yang jauh-jauh tuh enak diajaknya dia. Dia pokoknya di mata saya tuh guru itu, Pak Ustaz Firdaus itu paling enak orangnya.

Diajak ke mana aja nggak pernah nolak. Pokoknya apabila ada jemaah yang punya hajat ke mana, dia siap mendampingi," kenangnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author