Ustaz Ahmad Firdaus Meninggal Dunia Saat Berceramah di Klender
Seorang pendakwah bernama Ustaz Ahmad Firdaus (53) meninggal dunia saat mengisi ceramah tentang kematian di kawasan Klender, Jakarta Timur, Kamis (30/7). Peristiwa tersebut dikonfirmasi oleh putra almarhum, Ahmad Fikri Fairus, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB dalam sebuah acara haul. Firdaus mengembuskan napas terakhirnya tepat saat mengucapkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW di hadapan para jemaah.
"Hari Kamis malam Jumat jam 21.00 WIB. Kejadiannya ya begitu saja sih, Bang. Karena beliau sedang menyampaikan dakwah, menyampaikan ilmu dalam acara haul. Kemudian, ketika menyebut dan selawat kepada Nabi Muhammad, beliau dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta'ala," kata Fairus.
Sebelum wafat, almarhum sempat memberikan materi tausiah yang membahas mengenai kematian dan rasa rindu yang harus disampaikan kepada sosok yang dirindukan.
"Beliau sedang menyampaikan ilmu tentang kematian dan menyampaikan tentang rindu yang harus diobati. Karena beberapa hari ini almarhum selalu menyampaikan membahas tema ceramahnya itu rindu, rindu, rindu. Rindu itu harus diobati kepada orang yang kita rindukan gitu," ujar Fairus.
Sesaat setelah menyebut nama Nabi Muhammad SAW, Firdaus langsung tak sadarkan diri di lokasi pengajian.
"Sebagaimana ketika beliau menyebutkan Nabi Muhammad SAW, almarhum sudah mengembuskan napas terakhir," lanjut Fairus.
Warga setempat langsung membawa Firdaus ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi untuk memastikan kondisinya, sebelum akhirnya pihak medis menyatakan almarhum telah meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan pada Jumat (31/7) di TPU Kampung Sumur, Jalan Dermaga, Jakarta Timur.
"(Setelah itu) bawa ke rumah sakit hanya sekadar memastikan kalau almarhum sudah tiada," kata Fairus.
Pihak keluarga meyakini almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah dan telah menuntaskan kerinduannya.
"Almarhum buat saya sebagai putranya, insyaallah saya yakin husnul khatimah dan almarhum sudah mengobati kerinduan itu kepada Nabi Muhammad," ungkap Fairus.
Semasa hidupnya, Firdaus selalu memberikan nasihat mendalam kepada anak-anaknya agar tetap menjaga ibadah dalam situasi apa pun.
"Jadi, almarhum tuh menekankan kami hanya selalu bergantung kepada Allah. Apa pun yang kita sesulit apa pun urusan kita kepada Allah, intinya jangan ninggalin ibadah, gitu," jelas Fairus.
Selain itu, almarhum juga mengingatkan keluarga agar tidak menggantungkan harapan kepada manusia demi menghindari kekecewaan.
"Almarhum ke kami sebagai putra-putrinya hanya menekankan jangan pernah berharap kepada manusia. Setiap saat, setiap apa pun, almarhum selalu menekankan kepada kami jangan pernah berharap dan meminta kepada manusia karena ketika kita berharap kepada manusia, akhirnya akan kecewa. Tapi kalau kita berharap hanya kepada Allah, kita nggak akan pernah merasakan kekecewaan," tutur Fairus.
Tetangga almarhum, Jamaludin (53), mengenang sosok Firdaus sebagai pribadi yang sangat dekat dengan masyarakat tanpa membeda-bedakan usia.
"Saya sebagai warga dan juga sebagai jemaah beliau, saya menganggap beliau itu seperti apa, kakak, guru, teman nongkrong juga. Jadi beliau tidak membeda-bedakan mana yang muda, mana yang tua, gitu. Jadi, intinya beliau tuh di mata beliau tuh sama semua, gitu. Tidak membeda-bedakan usia," kata Jamaludin.
Semasa hidupnya, almarhum kerap memimpin kegiatan ziarah ke sejumlah makam tokoh agama di wilayah Jakarta bersama murid dan majelisnya.
"Kalau untuk wilayah yang dekat-dekat seperti makam KH Ahmad Zayadi Muhajir, KH Ahmad Marzuqi bin Mirshod, Pangeran Jayakarta, terus ke mana, Jakarta Utara itu, iya, Keramat Luar Batang itu sering ikut beliau, gitu. Khususnya sih wilayah Jakarta lah. Wilayah Jakarta sering ikut beliau, gitu.
Ya, konvoi sama anak-anak apa, sama anak-anak majelis, sama anak-anak murid beliau. Sama yang di Ujung Harapan," kenang Jamaludin.
Jamaludin juga menambahkan bahwa almarhum merupakan sosok yang selalu bersedia mendampingi acara hajat warga sekitarnya.
"Kalau apa yang dikatakan seperti itu betul. Yang jauh-jauh tuh enak diajaknya dia. Dia pokoknya di mata saya tuh guru itu, Pak Ustaz Firdaus itu paling enak orangnya.
Diajak ke mana aja nggak pernah nolak. Pokoknya apabila ada jemaah yang punya hajat ke mana, dia siap mendampingi," pungkas Jamaludin.