Urutan Kelahiran Pembentuk Love Language Anak Menurut Psikolog

Share

Bahasa cinta atau love language anak tidak hanya dibentuk oleh kepribadian bawaan, tetapi juga posisi urutan kelahiran dalam keluarga. Dilansir dari HaiBunda, konsep yang digagas oleh Dr. Gary Chapman ini mencakup lima kategori utama.

Kelima kategori tersebut meliputi words of affirmation, acts of service, receiving gifts, quality time, dan physical touch. Peran serta relasi dengan pengasuh membentuk dasar cara anak menerima kasih sayang.

Psikolog berlisensi di Amerika Serikat, Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., menjelaskan bahwa peran dan ekspektasi keluarga membentuk pandangan anak. "Peran dalam keluarga, ekspektasi, serta hubungan dengan orang tua dan saudara kandung dapat membentuk cara anak memandang dan mengungkapkan kasih sayang, karena sosok pengasuh yang memberikan kita acuan dasar mengenai cara menerima kasih sayang," jelas Dr. Brittany McGeehan, Ph.D.

Anak pertama umumnya memikul tanggung jawab lebih besar sejak dini. Situasi ini membuat mereka mengembangkan kecenderungan bahasa cinta yang spesifik.

Psikolog klinis Dr. Hannah Yang, Psy.D., menyebutkan bahwa anak sulung sering menjadi pengasuh kecil bagi adik-adiknya. "Dalam urutan kelahiran, merekalah yang paling mungkin mengembangkan pola di mana mereka merasa dicintai saat melakukan tindakan pelayanan bagi keluarga," kata Yang.

Bentuk acts of service untuk Si Sulung dapat ditunjukkan dengan membantu tugas rumah, mengajarkan keterampilan baru, atau membawakan camilan. Selain itu, anak tertua juga kerap merespons positif words of affirmation.

McGeehan menambahkan bahwa penguatan positif sangat bermakna bagi anak sulung karena mereka memegang standar tinggi. Orang tua bisa menyampaikan apresiasi lisan, menuliskan pesan di kotak bekal, atau mengungkapkan kasih sayang secara rutin.

Love Language Anak Tengah

Posisi anak tengah yang berada di antara kakak dan adik membuat kebutuhan emosional mereka cukup unik. Bahasa cinta mereka berkaitan erat dengan perhatian yang personal.

Menurut Yang, anak tengah berisiko merasa terabaikan dibandingkan saudara lainnya. "Dalam urutan kelahiran, merekalah yang paling mungkin tidak mendapatkan cukup waktu berkualitas bersama orang tua, sehingga saat mereka mendapatkannya, mereka benar-benar menikmatinya," ujar Yang.

Bentuk quality time dapat diberikan lewat kegiatan berdua tanpa gangguan gawai atau kehadiran saudara lain. Di sisi lain, anak tengah juga sering menyukai receiving gifts.

McGeehan menyampaikan bahwa hadiah menjadi bukti nyata bahwa anak tengah selalu diingat. "Hadiah bisa menjadi pengingat nyata bahwa mereka dipikirkan dan diperhatikan. Hal ini sangat penting terutama jika mereka terkadang merasa kurang diperhatikan atau terbiasa menerima barang lungsuran," ungkapnya.

Love Language Anak Bungsu

Sebagai anak tertua atau terkecil dalam keluarga, anak bungsu kerap mendapatkan limpahan kasih sayang dalam bentuk yang berbeda. Physical touch menjadi salah satu bentuk ekspresi utamanya.

Yang menjelaskan bahwa julukan 'bayi keluarga' kerap melekat pada anak bungsu hingga dewasa. "Jika situasinya demikian, sentuhan fisik akan sangat bermakna bagi anak bungsu saat mereka dewasa," tutur Yang.

Ungkapan sentuhan fisik dapat berupa bergandengan tangan atau berpelukan saat bersantai bersama. Selain sentuhan, anak bungsu juga kerap merespons bahasa cinta berupa hadiah.

Sebagian anak bungsu terbiasa menerima perhatian materi, sementara yang lain sering menerima barang lungsuran. Memberikan hadiah yang dipilih secara khusus dan personal akan membuat anak bungsu merasa istimewa serta dihargai.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author