Urenco Ekspansi Pabrik Uranium di AS Senilai Miliaran Dolar

Share

Produsen bahan bakar nuklir komersial Urenco USA mengumumkan proyek ekspansi senilai miliaran dolar pada Selasa (2/6/2026) untuk meningkatkan kapasitas pengayaan uranium hingga hampir 50 persen di Eunice, New Mexico, Amerika Serikat.

Langkah strategis dari konsorsium Inggris, Belanda, dan Jerman tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat keamanan energi dalam negeri, seiring langkah Amerika Serikat yang berkomitmen melepaskan diri dari ketergantungan pasokan bahan bakar nuklir asal Rusia, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Pembaruan fasilitas pabrik pengayaan ini ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu enam tahun guna mengantisipasi potensi krisis bahan bakar di berbagai pembangkit listrik tenaga nuklir domestik pascapemberlakuan larangan impor komoditas dari Rusia.

"Ekspansi ini memperkuat komitmen kami terhadap rantai pasokan bahan bakar nuklir AS yang tangguh, yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan jangka panjang pelanggan kami serta mendukung keamanan energi AS," kata CEO Boris Schucht dalam pernyataan hari Selasa.

Proyek pengembangan kapasitas ini bergulir di tengah kebijakan pemerintahan Trump yang menargetkan lonjakan produksi listrik dari pembangkit nuklir nasional hingga empat kali lipat demi menyuplai kebutuhan daya pusat data kecerdasan buatan (AI).

Badan Informasi Energi (EIA) sebelumnya mencatat adanya risiko kelangkaan uranium bagi operator reaktor lokal dalam sepuluh tahun ke depan, mengingat Rusia memegang kendali atas seperlima kebutuhan impor wilayah setempat sebelum pelarangan resmi diteken pada 2024.

Investasi teranyar Urenco akan menyasar pemasangan 24 set sentrifugal baru di New Mexico, dengan operasional tahap awal dijadwalkan meluncur pada 2032 guna menambah kapasitas produksi sebesar 2,1 juta unit kerja pemisahan (SWU) dari daya tampung saat ini yang mencapai 4,3 juta SWU per tahun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author