Warga Israel Gelar Unjuk Rasa Tuntut Benjamin Netanyahu Mundur
Ratusan warga Israel berdemonstrasi di sejumlah kota, termasuk Tel Aviv, untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Sabtu (20/6/2026). Aksi massa ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan domestik terkait kebijakan keamanan pemerintah.
Aksi protes yang berlangsung di berbagai lokasi ini dilansir dari Detikcom yang mengutip laporan surat kabar Haaretz melalui Anadolu Agency. Sekitar 1.000 demonstran berkumpul dalam unjuk rasa utama di Lapangan Habima, pusat kota Tel Aviv.
Gelombang protes juga pecah di Yerusalem, tepatnya di Lapangan Paris dekat kediaman Netanyahu. Di lokasi tersebut, Kepolisian Israel menyita pengeras suara milik demonstran dengan alasan pencegahan kebisingan.
Salah satu demonstran di Tel Aviv, Carmit Palty Katzir, mengkritik keras kebijakan Netanyahu karena dianggap memperpanjang perang tanpa arah politik yang jelas. Katzir kehilangan ayahnya dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sementara ibu dan saudara laki-lakinya sempat disandera di Jalur Gaza.
Katzir menuduh pemimpin Israel tersebut mengutamakan kepentingan pribadi di atas keselamatan warga negara yang terdampak konflik.
"keberlangsungan politik" tuding Carmit Palty Katzir, salah satu demonstran di Tel Aviv.
Sementara itu, mantan wakil kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Eran Etzion, bergabung dalam aksi protes di kota Haifa, Israel bagian utara. Ia mengingatkan para demonstran untuk bersikap kritis terhadap retorika politik menjelang pemilihan umum.
Etzion menilai ada upaya dari pihak tertentu untuk meredam kritik publik yang berkembang di masyarakat.
"publik" ujar Eran Etzion, mantan wakil kepala Dewan Keamanan Nasional Israel.
Ia juga menambahkan bahwa pesan tersebut digunakan untuk mengaburkan perbedaan politik di tingkat domestik.
"perbedaan politik" kata Eran Etzion.
Aksi serupa juga meluas ke beberapa wilayah utara seperti Karkur, Afula, Rosh Pina, dan Nahariya, serta kota Beersheba di bagian selatan. Eskalasi protes ini terjadi bersamaan dengan berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon pascaperpanjangan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.