Universitas Melbourne dan Dua PT Indonesia Dirikan Program Magister Ilmu Pertanian Dual Degree
Universitas Melbourne bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan IPB University mendirikan program magister dual degree di bidang ilmu pertanian untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan penelitian pertanian.
Program ini mencakup Master of Agricultural Sciences Dual Degree antara Unimelb dan UGM serta MSc Agribusiness Science di IPB dan Master of Agricultural Sciences di Unimelb, seperti dilansir dari Detikcom.
Associate Professor Dorin Gupta, Direktur Graduate Research dari School of Food and Ecosystem Sciences Unimelb, menyatakan program ini bermanfaat bagi Australia terutama dalam belajar pertanian dari Indonesia.
"Kami memperkirakan bahwa ke depannya, sistem pertanian kita akan mengalami lebih banyak tekanan dari penyakit dan patogen, misalnya. Jadi, kami berharap dapat membawa pembelajaran dari Indonesia ke Australia agar para peneliti kami dapat memahami bagaimana mereka menangani tekanan tersebut," ujar Gupta di The Westin Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Gupta menjelaskan perubahan iklim dapat membuat wilayah Australia yang biasanya kering menerima curah hujan lebih tinggi seperti di Indonesia. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit dan hama pada sistem pertanian.
Menurut Gupta, akademisi muda Indonesia juga dapat belajar dari bagaimana Australia mengatasi kekeringan yang berpotensi terjadi di Indonesia dan berdampak pada sumber air untuk pertanian.
"Jadi mereka bisa lebih terbekali untuk menghadapi berbagai tantangan tekait perubahan iklim ini," ucapnya.
Gupta menambahkan Australia bisa mempelajari cara tradisional orang Indonesia menjaga ketahanan pangan, sementara Australia bisa berbagi pengetahuan teknologi keamanan pangan untuk memastikan hasil produksi aman dikonsumsi masyarakat.
"Menurut saya, perpaduan antara pengetahuan tradisional dan ilmu pengetahuan di kedua negara adalah sesuatu yang kami yakini dapat membantu mempertahankan produksi pangan di masa depan," jelasnya.
Pro-Vice Chancellor (Global) Unimelb, Prof Frank Vetere, menyatakan Indonesia dan Australia memiliki tujuan sama dalam mencari cara produksi makanan berkelanjutan dan inovasi yang bermanfaat bagi petani dan masyarakat.
"Itu tujuan jangka panjangnya. Namun, sekarang kita mulai dengan pendidikan yang kuat, kolaborasi, dan saling memahami satu sama lain. Dan kami berkomitmen untuk bekerja bersama-sama," ujar Vetere.