Uni Eropa Bahas Langkah Keseimbangan Perdagangan dengan China

Share

Komisioner Uni Eropa menggelar pertemuan khusus pada Jumat (29/5/2026) untuk membahas strategi penyeimbangan kembali hubungan dagang demi mengatasi lonjakan defisit perdagangan yang semakin mengkhawatirkan dengan China.

Kekhawatiran tersebut dipicu oleh ketimpangan pasar yang sangat besar, di mana angka ekspor dari Negeri Tirai Bambu dilaporkan jauh melampaui volume impor yang dilakukan oleh Uni Eropa. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, nilai defisit perdagangan barang blok beranggotakan 27 negara itu terhadap China menembus angka 360 miliar euro pada tahun lalu.

Meskipun demikian, aliansi negara Eropa tersebut tetap berkomitmen menjaga kemitraan bilateral seraya berupaya memangkas ketergantungan ekonomi mereka pada kekuatan raksasa Asia itu.

Pihak eksekutif Uni Eropa menegaskan pentingnya posisi Beijing namun menekankan perlunya perubahan segera atas situasi yang berkembang saat ini.

"China adalah mitra penting dan keterlibatan serta dialog akan terus berlanjut. Pada saat yang sama, keadaan hubungan perdagangan dan investasi saat ini tidak berkelanjutan," kata Komisi Eropa dikutip dari Channel News Asia.

Rangkaian perdebatan internal para komisioner ini diproyeksikan menjadi fondasi penting bagi perumusan kebijakan strategis ke depan guna mengoreksi ketidakseimbangan neraca komersial sebelum negosiasi lanjutan dengan pihak China dimulai.

"bejat tersebut akan "menjadi masukan untuk pekerjaan dalam beberapa minggu mendatang" menjelang pembicaraan lebih lanjut tentang China dan ketidakseimbangan perdagangan." kata Komisi Eropa.

Evaluasi menyeluruh ini bergulir menjelang agenda diplomatik krusial, di mana para kepala negara G7 dijadwalkan berkumpul di Prancis pada 15-17 Juni 2026, yang kemudian disusul oleh pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels pada 18-19 Juni 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author