Umat Islam Sambut Rebo Wekasan 12 Agustus 2026
Umat Islam di berbagai daerah di Indonesia menyambut hari Rebo Wekasan atau Rabu terakhir bulan Safar 1448 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026. Momentum ini diisi dengan peningkatan ibadah umum seperti sholat sunnah mutlak, dzikir, dan berdoa guna memohon perlindungan dari berbagai musibah.
Awal bulan Safar 1448 H telah dimulai sejak Kamis, 16 Juli 2026, sehingga hari Rabu terakhir bertepatan dengan 12 Agustus 2026. Rangkaian perayaan dan ibadah secara tradisi dapat dimulai sejak Selasa, 11 Agustus 2026, selepas matahari terbenam atau memasuki waktu magrib.
Pelaksanaan ibadah pada hari tersebut kerap dikaitkan dengan tradisi lokal dan pandangan para ulama terkait sholat tolak bala. Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda, memberikan penegasan mengenai prinsip dasar pelaksanaan ibadah mahdhah dalam Islam.
"Dalam fikih, ibadah mahdhah bersifat tauqifiyah. Artinya, harus berdasarkan petunjuk dari Al-Qur'an dan sunnah, baik secara langsung maupun tidak langsung," jelas Kiai Miftah pada 19 Agustus 2025 lalu, dilansir MUI Digital.
MUI menjelaskan bahwa sholat yang tidak memiliki dalil langsung dapat dikerjakan selama diniatkan sebagai sholat sunnah mutlak tanpa terikat waktu atau sebab khusus. Pandangan ini sejalan dengan kitab Kanz an-Najah wa as-Surur karya Syekh Abdul Hamid al-Qudsi dan Al-Risalah al-Badi'ah karya KH M Mjamaluddin Ahmad yang membolehkan pelaksanaan sholat empat rakaat dengan niat sholat sunnah mutlak.
Di sisi lain, pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari menyatakan hukum sholat yang secara khusus dikhususkan untuk Rabu Wekasan adalah haram. Oleh karena itu, lembaga keagamaan seperti BAZNAS Kota Semarang dan NU Online mengimbau warga agar melaksanakan amalan ibadah umum seperti membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan membaca doa keselamatan tanpa meyakini adanya hari pembawa kesialan.
Selain amalan sholat sunnah mutlak, tradisi Rebo Wekasan di sejumlah wilayah seperti Cirebon, Jawa Timur, hingga Kalimantan Selatan diisi dengan kegiatan ziarah ke makam para wali. Ulama penceramah Ustadz Abdul Somad menerangkan latar belakang amalan ziarah tersebut.
"Berziarah di Rabu terakhir bulan Safar berdoa dijauhkan dari bala dan musibah, karena menurut ulama tasawuf musibah paling banyak diturunkan pada Rabu terakhir di bulan Safar, itu mereka dapatnya dari ilham, bukan hadits Nabi SAW," terang Ustadz Abdul Somad dikutip dari kanal youtube Irman Hidayah.
Ustadz Abdul Somad dan Buya Yahya menilai kegiatan ziarah kubur serta berdoa di bulan Safar tetap diperbolehkan sebagai bentuk ikhtiar dan tawassul, selama tidak dianggap sebagai kewajiban yang bersumber dari hadits shahih.