Militer Ukraina Serang Kilang Minyak Rosneft Rusia Pakai Drone

Share

Fasilitas kilang minyak Saratov milik Rosneft PJSC di Rusia barat daya dan unit pemompaan minyak di lokasi lain menjadi sasaran serangan militer Ukraina menggunakan pesawat tanpa awak pada Minggu (31/5/2026).

Aksi penargetan aset minyak Rusia ini, mulai dari kilang hingga infrastruktur pipa dan pelabuhan, terus ditingkatkan oleh Ukraina demi menekan pendapatan petrodolar Kremlin, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Serangan tersebut dikonfirmasi telah mengenai unit kontrol dan memicu kebakaran hebat di area kilang Saratov yang berfungsi memproduksi bahan bakar bagi keperluan militer Rusia.

Pihak Staf Umum Ukraina menyatakan bahwa tingkat kerusakan yang terjadi akibat operasi tersebut saat ini masih dalam proses klarifikasi.

"kebakaran skala besar" kata Staf Umum Ukraina pada Minggu (31/5/2026) di Telegram.

Klaim mengenai serangan ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak luar, dan perusahaan Rosneft belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.

Gubernur wilayah Saratov, Roman Busargin, mengonfirmasi terjadinya kerusakan pada unit infrastruktur sipil akibat serangan pesawat tanpa awak tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sebelum insiden ini, Staf Umum Ukraina juga sempat mengklaim adanya serangan yang menyasar unit pengolahan dan tangki penyimpanan di pabrik Saratov pada Maret lalu.

Selain kilang Saratov, militer Ukraina melaporkan hantaman terhadap stasiun pemompaan minyak mentah yang mengalir melalui pipa Surgut-Gorky-Polotsk di wilayah Kirov, Rusia tengah.

Gubernur regional setempat menyatakan sebuah fasilitas industri di daerah tersebut telah dihantam, walaupun pihak Rusia secara resmi tidak mengonfirmasi serangan terhadap stasiun pemompaan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pasukannya berhasil menembak jatuh sebanyak 216 drone milik Ukraina yang beroperasi semalam di beberapa wilayah selatan Rusia.

Di sisi lain, Staf Umum Ukraina melaporkan adanya 229 serangan drone yang diluncurkan oleh pihak Rusia, dengan 212 di antaranya berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author