Ukraina dan Rusia Saling Serang Menggunakan Drone dan Roket

Share

Pasukan militer Ukraina meluncurkan sebanyak 620 drone ke wilayah Moskow, Rusia, sepanjang Senin (17/8/2026) malam waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Serangan udara berskala besar ini mengakibatkan beberapa warga mengalami luka-luka dan merusak fasilitas bangunan di sekitar ibu kota Rusia.

Eskalasi serangan jarak jauh antara kedua negara terus meningkat secara signifikan seiring terhentinya proses negosiasi. Pertahanan udara Rusia mengklaim telah menghentikan sebagian besar gempuran drone tersebut di atas wilayah Moskow.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin memberikan keterangan mengenai tindakan penghadangan serangan udara tersebut.

"Pertahanan udara Rusia menghancurkan lebih dari 180 drone di atas wilayah Moskow," kata Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin di platform MAX.

Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov menambahkan informasi terkait korban luka dan intensitas penyerangan.

"Serangan drone tersebut melukai tiga orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun," kata Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov di Telegram.

Pihak militer Rusia terus berupaya mengamankan wilayah udara Moskow dari potensi serangan susulan.

"Malam ini dan pagi ini, pasukan pertahanan udara berhasil memukul mundur serangan drone skala besar di wilayah Moskow," kata Andrey Vorobyov.

Selain pemukiman, benturan drone menghantam infrastruktur logistik milik perusahaan raksasa e-commerce Wildberries di sebelah timur Moskow. Ukraina diketahui menargetkan fasilitas tersebut karena menduga perusahaan terikat dalam rantai pasok komponen drone Rusia.

Pihak manajemen perusahaan Wildberries mengonfirmasi dampak fisik akibat hantaman puing di area gudang mereka.

"Kompleks logistik perusahaan di wilayah Moskow mengalami kerusakan ringan akibat serangan tersebut. Puing-puing menghantam dinding bangunan," kata pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Di saat bersamaan, pasukan Rusia melancarkan gempuran roket ke sebuah desa di wilayah Kharkiv, bagian timur laut Ukraina. Gubernur wilayah Kharkiv Oleg Synegubov mengonfirmasi kejadian yang menimbulkan korban jiwa sipil di area Pechenigy.

Gubernur Oleg Synegubov membagikan rincian awal mengenai dampak fatal serangan roket tersebut.

Pasukan Rusia "melakukan serangan roket ke Pechenigy," tulis Gubernur wilayah Kharkiv, Oleg Synegubov di media sosial.

Informasi pendataan sementara mencatat dampak serius yang dialami oleh masyarakat lokal di lokasi kejadian.

"Informasi awal, 10 orang tewas, dan 17 orang luka-luka," kata Oleg Synegubov.

Lokasi gempuran roket Rusia menghantam persimpangan jalan yang padat aktivitas warga. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan kondisi di lapangan saat insiden terjadi.

Presiden Volodymyr Zelensky menjelaskan bahwa lokasi penyerangan merupakan "sebuah lokasi dengan kantor pos dan pertokoan, dikelilingi oleh bangunan tempat tinggal" melalui akun media sosial miliknya.

Pemerintah Ukraina menegaskan akan membalas tindakan serangan militer Rusia tersebut serta meminta dukungan dari sekutu internasional.

"Kami pasti akan merespons serangan Rusia ini. Dan sama pentingnya bahwa mitra-mitra kami juga melengkapi… tanggapan kami dengan tindakan mereka sendiri untuk memberikan tekanan pada Rusia dan mendukung Ukraina," kata Volodymyr Zelensky.

Wilayah Kharkiv terus menjadi salah satu area yang mengalami dampak kerusakan paling parah sejak dimulainya invasi Rusia pada Februari 2022.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author