Uji Coba Perlinsos Digital Capai 3,3 Juta Pendaftar di 43 Daerah
Uji coba program Perlinsos Digital untuk pendaftaran serta verifikasi penerima bantuan sosial telah menjangkau 3,3 juta pendaftar di 43 kabupaten/kota dalam kurun waktu satu bulan. Pencapaian ini disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Pengembangan Government Technology dan penerapan Digital Public Infrastructure mendasari pemangkasan durasi proses verifikasi bansos dari 200 hari menjadi lima menit. Langkah integrasi data antarlembaga ini dijalankan guna menindaklanjuti instruksi Presiden RI Prabowo Subianto.
"Kalau satu-satu manual, mungkin 200 hari, setengah tahun lebih. Nah dengan uji coba ini dapat dalam waktu sekitar lima menit saja," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.
Pendaftaran program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) ini memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital (IKD), nomor meter PLN, serta pemindaian wajah. Petugas pendamping di lapangan disiagakan untuk membantu warga yang belum mengakses IKD secara mandiri.
Sistem ini turut menyediakan pembaruan data secara langsung melalui fitur sanggah di aplikasi seluler bagi pendaftar yang tidak lolos verifikasi.
"Mengenai sanggah itu langsung bisa dilakukan di HP. Jadi misalnya mendaftar kemudian dinyatakan tidak berhak untuk menerima itu bisa memberikan catatan dan masukan dan dikirim. Supaya bisa dikoreksi di mana perlu dan itu terjadi.
Jadi sanggahnya pun bisa on the spot dan real time. Langsung bisa disampaikan tanpa harus misalnya datang ke kantor pemerintah A, pemerintah B dan seterusnya," kata Qodari.
Pemerintah berencana meluaskan jangkauan integrasi data bantuan sosial ini hingga mencakup 153 kabupaten dan kota secara bertahap. Implementasi teknologi digital tepercaya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi penyaluran bantuan.
"Untuk implementasi government technology, ini menjadi fondasi penting bagi pemerintah untuk menghadirkan layanan publik yang lebih terintegrasi efisien dan tepat sasaran dan adil. Perlinsos Digital jadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat memangkas waktu layanan sekaligus memperbaiki akurasi penyaluran bahan sos bagi masyarakat yang berhak menerima," kata Qodari.