UGM Bekali Mahasiswa Baru Materi Kesejahteraan di Pionir 2026
Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat pembekalan materi kesejahteraan (well-being) kepada mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Pionir Gadjah Mada sejak Senin, 3 Agustus 2026. Langkah ini bertujuan agar para mahasiswa mampu menghadapi berbagai perubahan sosial secara tangguh, seperti dilansir dari Detikcom.
Materi yang disampaikan mencakup pencegahan kekerasan, kesehatan mental, serta penanganan disabilitas. Edukasi mengenai kesehatan mental bahkan tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa, melainkan juga diberikan kepada orang tua mahasiswa secara luring maupun daring.
"Jadi sebetulnya ada tiga poin penting untuk well-being centernya UGM. Yang pertama dari tadi kekerasan, kekerasan macam-macam ya, seksual, fisik, mental, untuk kesehatan sosial juga," jelas Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Dr Wening Udasmoro dalam kegiatan monitoring dan evaluasi Pionir UGM 2026 di Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Selasa, 4 Agustus 2026.
Penguatan materi kesehatan mental tersebut terus dioptimalkan guna mendukung kesiapan seluruh pihak dalam mendampingi mahasiswa selama masa studi.
"Terus ketiga adalah disabilitas," sebutnya.
Materi kesejahteraan tersebut sejatinya telah diajarkan sejak tahun sebelumnya, tetapi penyampaiannya semakin diperkuat pada pelaksanaan tahun ini agar mahasiswa siap menghadapi dinamika sosial.
"Jadi sebetulnya materi-materi tersebut sudah diberikan sejak tahun lalu, tetapi tahun ini semakin diperkuat," tegas Prof Wening.
Selain materi kesejahteraan, PKKMB UGM turut membekali mahasiswa dengan topik toleransi, multikulturalisme, cinta tanah air, Keistimewaan Yogyakarta, literasi digital, integrasi akademik, social awareness, implementasi nilai ke-UGM-an, UGM 2025 and Beyond, pengenalan organisasi kemahasiswaan, hingga manajemen keuangan. Kegiatan ini juga diisi diskusi antarmahasiswa lintas program studi, seperti pembahasan program KKN dalam kelompok kecil berisi enam orang pada sesi UGM 2025 and Beyond.