Ubisoft Lakukan PHK Massal dan Tutup Dua Studio Game

Share

Langkah efisiensi besar-besaran kembali menghantam industri game global. Dilansir dari Gamebrott, perusahaan asal Prancis, Ubisoft, dilaporkan kembali melaksanakan pemutusan hubungan kerja atau PHK massal yang berdampak pada ratusan karyawan sekaligus menutup sejumlah studio cabang mereka.

Gelombang pengurangan tenaga kerja ini menyasar beberapa studio penting Ubisoft yang tersebar di berbagai negara. Beberapa lokasi yang terdampak kebijakan ini meliputi studio cabang Barcelona, Winnipeg, San Francisco, hingga Belgrade.

Informasi yang bersumber dari kanal komunikasi internal perusahaan tersebut mengindikasikan bahwa total pekerja yang terdampak mencapai perkiraan 380 pegawai. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari perombakan struktur operasional demi menekan biaya dasar perusahaan dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari keputusan berat ini, manajemen Ubisoft dipastikan menghentikan operasional dua studio mereka, yaitu Ubisoft Belgrade dan Ubisoft Winnipeg. Penutupan dua kantor cabang ini menyumbang angka pengurangan staf yang cukup signifikan.

Pada studio di Belgrade, terdapat sedikitnya 100 pekerja yang terkena dampak pemangkasan. Sementara itu, operasional di Winnipeg yang dihentikan mengakibatkan sekitar 65 pegawai kehilangan posisi mereka, di mana akumulasi dari kedua studio ini merupakan bagian dari total 380 pekerja yang dilepas.

Restrukturisasi Cabang Barcelona dan San Francisco

Selain penutupan penuh, Ubisoft juga menerapkan skema restrukturisasi untuk cabang Barcelona dan San Francisco. Di Barcelona, para staf yang tersisa kini dialihkan untuk memperkuat tim pengembangan proyek Rainbow Six Siege.

Proyek pengembangan Rainbow Six Siege sendiri sebelumnya dilaporkan telah melepas sekitar 120 pengembang dari tim utama mereka. Langkah pengalihan ini diharapkan mampu mengoptimalkan sisa sumber daya yang ada.

Sementara untuk studio di San Francisco, pengurangan tim pengembang sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2024 lalu. Kantor di wilayah tersebut saat ini hanya menyisakan divisi IT, pemasaran, serta beberapa divisi non-pengembangan lainnya.

Kebijakan efisiensi ini bukanlah langkah pertama yang diambil oleh raksasa game tersebut pada tahun 2026. Pada Februari lalu, Ubisoft Toronto juga tercatat telah melakukan pengurangan tenaga kerja yang berdampak pada sedikitnya 40 karyawan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author