Turis Selandia Baru Ditangkap Polisi Usai Nekat Lompat ke Air Mancur Trevi
Aksi nekat seorang wisatawan asing kembali mengotori ketertiban di destinasi wisata dunia. Seorang turis pria asal Selandia Baru ditangkap oleh pihak kepolisian di Kota Roma, Italia.
Tindakan tegas tersebut diambil setelah pria berusia 30 tahun itu terekam kamera melompat ke dalam kolam Air Mancur Trevi yang ikonik. Rekaman video peristiwa ini kemudian viral setelah diunggah di platform TikTok pada Minggu (10/5/2026).
Dikutip dari Detik Travel yang melansir laporan Fox News, pria yang tidak disebutkan namanya tersebut nekat menceburkan diri ke dalam kolam dengan kondisi pakaian yang masih lengkap. Ia tampak mengenakan celana jins, atasan lengan panjang, kaus kaki, serta sepatu saat melompat.
Petugas kepolisian setempat langsung bertindak cepat dalam hitungan detik untuk mengamankan pelaku. Meski sempat menolak permintaan petugas untuk segera keluar dari dalam air, wisatawan tersebut akhirnya menyerah dan bersedia mengikuti instruksi polisi.
Akibat tindakan pelanggaran tersebut, pihak berwenang menjatuhkan sanksi denda sebesar Euro 500 atau sekitar Rp 10 jutaan. Selain harus membayar denda yang cukup besar, pria tersebut juga masuk dalam daftar hitam dan dilarang kembali mengunjungi situs bersejarah tersebut.
Aksi nekat menceburkan diri ke objek wisata sejarah ini bukan pertama kalinya terjadi. Catatan kepolisian menunjukkan bahwa tiga turis asal Selandia Baru juga pernah diusir oleh petugas pada Maret 2025 karena melakukan pelanggaran serupa di lokasi yang sama.
Pemerintah kota sebenarnya telah memperkenalkan sistem tiket masuk untuk membatasi ruang gerak wisatawan di Air Mancur Trevi. Langkah ini diambil untuk mengontrol area, namun sebagian pengunjung tetap nekat melanggar aturan demi bisa berendam.
Berdasarkan data dari pejabat Kota Roma, Air Mancur Trevi menarik puluhan ribu pengunjung setiap hari atau melampaui 9 juta orang setiap tahunnya. Kepadatan pengunjung yang terus meningkat ini diakui oleh para pemimpin kota menjadi persoalan yang semakin sulit dikelola, terutama saat memasuki puncak musim liburan.