Turis Indonesia Laporkan Bea Cukai Malaysia ke MACC Terkait Denda Bakso
Seorang wisatawan asal Indonesia melaporkan dugaan pungutan liar oleh petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia, setelah dirinya diminta membayar denda sebesar RM 100 atau sekitar Rp 385.000 karena membawa bakso di dalam kopernya, seperti dilansir dari Detik Food pada Sabtu (13/7).
Pria berusia 19 tahun tersebut membagikan pengalaman kurang menyenangkan ini melalui akun Threads @brayenngabriel hingga menjadi viral di media sosial. Koper milik pemuda yang sedang melakukan perjalanan solo pertamanya ke Malaysia ini awalnya lolos pemeriksaan di bandara Indonesia tanpa kendala, namun ia dihentikan oleh petugas Bea Cukai perempuan setibanya di KLIA.
Petugas perempuan tersebut menyatakan bahwa bakso dilarang masuk ke Malaysia dan harus disita, atau pelaku harus membayar denda sebesar Rp 385.000. Wisatawan tersebut akhirnya memilih membayar karena merasa dirinya melakukan pelanggaran regulasi resmi setempat.
"Saya membayar karena takut dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi petugas yang memiliki wewenang. Ini pertama kalinya saya bepergian sendirian. Kalau ada anggota keluarga yang lebih tua, mungkin mereka akan berbicara," tulis akun @brayenngabriel.
Kecurigaan muncul setelah wisatawan tersebut menyadari bahwa pembayaran denda ditransfer melalui kode QR ke rekening pribadi tanpa adanya bukti atau kuitansi resmi. Atas kejanggalan tersebut, ia langsung mengajukan aduan resmi ke portal pengaduan Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) atau Komisi Antikorupsi Malaysia.
"Saya membuat laporan karena tidak ingin terus merasa bersalah atas kejadian ini. Jika memang saya benar-benar melakukan pelanggaran, saya pasti akan mengikuti prosedur yang semestinya," tulis akun @brayenngabriel.
Setelah unggahannya viral, korban mengaku dihubungi oleh akun yang diduga milik petugas Bea Cukai tersebut untuk meminta maaf serta menawarkan pengembalian uang agar unggahan di Threads segera dihapus. Meskipun uang denda telah dikirimkan kembali ke rekeningnya secara misterius, wisatawan itu memilih tidak menyentuh dana tersebut dan tetap menunggu proses penyelidikan resmi dari pihak berwenang Malaysia.