Tujuh Warga Garut Hilang Kontak Saat Insiden KM Mutiara Sentosa 2
Tujuh warga asal Garut, Jawa Barat, dilaporkan belum bisa dihubungi usai menjadi penumpang KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar yang terbakar di Perairan Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026). Peristiwa kehilangan kontak ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga korban pada hari terjadinya insiden.
Fatmawati (45), salah satu anggota keluarga penumpang, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan ketujuh kerabatnya terputus sepenuhnya sejak kabar terbakarnya kapal menyebar pada Minggu pagi. Rombongan asal Garut tersebut diketahui hendak menuju Bulukumba, Sulawesi Selatan, untuk berdagang.
"Enggak bisa dikontak. Belum bisa dikontak," kata Fatmawati saat dihubungi kumparan.
Identitas ketujuh warga Garut yang berada di atas kapal tersebut meliputi Yadi Supriadi, Samsudin, Deni, Idi, Danu, Agus, dan Dadan. Sebelum menaiki kapal, rombongan ini telah berangkat dari daerah asal mereka sejak pekan sebelumnya.
"Kalau dari Garutnya mah udah lama dari hari Senin. Cuman kan kapalnya kan itu telat," katanya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, komunikasi terakhir dengan para korban terjadi pada Sabtu malam pukul 20.00 WIB jelang keberangkatan kapal. Fatmawati sempat merespons unggahan status di media sosial salah satu kerabatnya sebelum seluruh akses seluler tidak lagi dapat dijangkau.
"Terakhir kontak malam, semalam. Keberangkatan," katanya.
Jadwal keberangkatan rombongan pedagang ini sempat mengalami penundaan dari hari Jumat akibat kendala teknis kendaraan angkut yang mereka gunakan di area pelabuhan.
"Enggak bisa dihubungi. Saya jadi bingung enggak ada yang ngangkat," katanya.
Fatmawati menjelaskan lebih lanjut mengenai proses pemuatan barang yang sempat menunda keberangkatan saudara-saudaranya.
"Evakuasi Fuso dulu katanya. Kata yang mereka itu. Terus pas gitu pas malam saya lihat baru berangkat sekitar jam 8-an lah mereka ada kontak," katanya.
Hingga saat ini, proses pencarian dan pendataan seluruh penumpang KM Mutiara Sentosa 2 masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di lokasi kejadian.