Trump Ubah Syarat Proposal Damai Timur Tengah Iran Tolak Kompromi

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkeras persyaratan dalam usulan proposal perdamaian Timur Tengah untuk mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari lalu, seperti dilansir dari Detikcom pada Minggu (31/5/2026).

Langkah pengetatan syarat kesepakatan oleh Amerika Serikat tersebut langsung direspons dengan penegasan dari Kepala Negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menyatakan bahwa Teheran tidak akan menyetujui perjanjian apa pun jika hak-hak rakyat Iran gagal dijamin.

Laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa kerangka kerja baru yang telah diperketat itu sudah dikirimkan kembali oleh pihak Amerika Serikat kepada Iran untuk dipertimbangkan lebih lanjut oleh para pejabat di Teheran.

Meskipun rincian perubahan syarat tersebut belum dipublikasikan secara mendetail, situs berita Axios melaporkan bahwa Trump berfokus untuk memperkuat poin-poin krusial, termasuk mengenai pengelolaan material nuklir milik Iran.

Sikap keras Washington berpotensi memperpanjang proses negosiasi selama beberapa hari ke depan, di mana Trump juga menetapkan prioritas utama berupa penghentian total pengembangan senjata nuklir Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang saat ini diblokade.

Di sisi lain, pihak Iran bersikap skeptis terhadap iktikad dari Amerika Serikat dan memilih untuk mempertahankan posisi mereka demi mengamankan kepentingan nasional.

"Kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun sampai kami yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah ditegakkan," kata Ghalibaf, dalam siaran video di televisi pemerintah.

Ghalibaf juga menegaskan bahwa seluruh tim delegasi dari negaranya mengedepankan kewaspadaan penuh dan tidak akan memercayai janji-janji sepihak dari pihak lawan dalam proses diplomasi ini.

"tidak mempercayai kata-kata musuh maupun janji-janjinya." tambah Ghalibaf.

Bagi pihak Teheran, salah satu pemenuhan hak utama yang bersifat mutlak dan harus dijamin dalam kesepakatan damai dengan Amerika Serikat adalah pencabutan sanksi ekonomi secara menyeluruh serta pelepasan aset-aset Iran yang saat ini dibekukan di berbagai bank luar negeri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author