Donald Trump Sebut Air Mata Pelayat Ali Khamenei Palsu

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh para pelayat di pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meneteskan air mata palsu pada Senin (6/7), setelah mengaku terkejut dengan banyaknya jumlah massa yang hadir dalam prosesi tersebut.

Dilansir dari Detikcom, rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei di Teheran ini telah berlangsung sejak Sabtu (4/7) hingga Senin (6/7). Otoritas setempat bahkan memberlakukan hari libur nasional untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat umum memberikan penghormatan terakhir.

Trump mengungkapkan kekagetannya karena mengira bahwa pemimpin revolusi Islam tersebut merupakan sosok yang sangat tidak populer di negaranya.

"Saya terkejut. Saya pikir orang-orang membencinya," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump kepada media Axios mengenai ribuan pelayat yang memadati kompleks Grand Mosalla selama upacara perpisahan berlangsung.

"Mungkin itu air mata palsu," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Selain mengomentari para pelayat, Trump juga mengeklaim bahwa pihak Iran memiliki keinginan yang sangat besar untuk melanjutkan pembicaraan bilateral setelah prosesi ini selesai.

"Mereka memohon untuk membuat kesepakatan," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Menurutnya, kedua belah pihak telah bersepakat menunda pembicaraan hingga seluruh rangkaian pemakaman selesai dan menegaskan tidak ada serangan yang akan diluncurkan selama masa berkabung.

"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan [dan kita bisa menyingkirkan mereka semua], tetapi kita tidak akan melakukan itu karena kemudian kita tidak akan punya siapa pun untuk diajak bernegosiasi." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Sementara itu, otoritas Iran menutup total wilayah udara Teheran pada Senin (6/7) seiring pelaksanaan seremoni utama publik di ibu kota. Berdasarkan jadwal Organisasi Penerbangan Sipil, operasional penerbangan reguler di Bandara Internasional Mehrabad dan Bandara Internasional Imam Khomeini dihentikan sementara selama seharian penuh.

Bandara Mehrabad dijadwalkan kembali beroperasi normal pada Selasa (7/7), namun Bandara Imam Khomeini tetap ditutup. Rangkaian pemakaman ini direncanakan berlanjut ke kota Najaf dan Karbala di Irak, sebelum akhirnya jenazah Khamenei dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza di Mashhad pada 9 Juli mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Ali Khamenei Donald Trump Iran
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author