Donald Trump Tentukan Keberadaan Pasukan Militer AS di Eropa

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaitkan keputusan jumlah pasukan militer negaranya di Eropa dengan respons para sekutu NATO terhadap isu Greenland dan perang Iran pada Rabu, 8 Juli 2026.

Pernyataan ini berpotensi meningkatkan kecemasan di kalangan anggota NATO mengenai komitmen keamanan kolektif regional, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

"Saya belum membuat keputusan final terkait hal itu," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Sikap tersebut disampaikannya kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One saat kembali menuju Washington setelah menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki.

"Banyak hal akan bergantung pada masalah Greenland," tambah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

KTT NATO sebelumnya berlangsung penuh ketegangan karena Trump mengkritik anggaran pertahanan sekutu, keengganan membantu AS menghadapi Iran, serta status Greenland milik Denmark.

"Banyak hal juga bergantung pada isu Iran." tambah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Obsesi Trump terhadap Greenland sempat memicu kekhawatiran sekutu Eropa mengenai potensi penggunaan kekuatan militer pada forum World Economic Forum di Davos awal tahun ini.

"Intinya, sebenarnya tidak banyak pertempuran yang harus dilakukan, tetapi sebagian akan bergantung pada Iran," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Eropa saat ini tengah menghadapi tantangan berat akibat guncangan pasokan energi dari perang Iran serta invasi Rusia ke Ukraina yang memasuki tahun kelima.

"Ketika mereka punya kesempatan untuk membantu, mereka memilih tidak melakukannya. Tapi sekarang kami mencoba melupakan hal itu. Dan sekarang mereka ingin membantu." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Saat ini Pentagon sedang melakukan evaluasi enam bulan terhadap postur militer di Eropa, di mana AS menempatkan sekitar 80.000 personel pasca-invasi Rusia tahun 2022.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author