Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz Setelah Perang dengan Iran

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim mengendalikan Selat Hormuz dan berencana mendeklarasikan selat itu sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran dalam perang, sebagaimana dilaporkan oleh Detikcom.

Klaim ini muncul di tengah konflik yang terus berlanjut antara AS dan Iran, dengan blokade AS yang masih berlaku di Selat Hormuz. Presiden Trump menegaskan bahwa "tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya".

Pakar Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah, menilai klaim Trump tersebut muncul saat posisi AS sudah sangat tertekan baik di dalam maupun luar negeri. Ia menyebut klaim ini sebagai cara untuk memberikan optimisme kepada Partai Republik menjelang Pemilu AS November mendatang.

"Klaim ini juga dibuat untuk meyakinkan seluruh sekutunya di dunia, jika AS masih mampu memimpin secara politik, moral, diplomatik, dan militer. Walaupun dalam kenyatannya, perang melawan Iran yang berkelanjutan ini menunjukkan perencanaan perang yang gagal total," ujar Rezasyah.

Rezasyah menambahkan bahwa klaim Trump dipersepsikan oleh Iran sebagai ancaman serius terhadap peradaban Persia dan agama Islam, sehingga perang diperkirakan akan berlanjut dengan Iran yang semakin percaya diri menggunakan perangkat perangnya yang paling mutakhir.

Ia juga menduga Iran akan meminta ketegasan dari negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) terkait posisi politik dan militer mereka dalam konflik ini. Rezasyah menyatakan negara-negara GCC mulai menyadari bahwa AS dan Israel bukan lagi mitra strategis mereka.

"Ke depannya Iran akan memaklumkan keberaniannya untuk memerangi kekuatan manapun yang langsung maupun tidak langsung mendukung AS dan Israel," imbuh Rezasyah.

Menanggapi klaim Trump, juru bicara komando terpadu militer Iran, Ibrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa "tidak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran".

Isu Selat Hormuz menjadi titik panas konflik diplomatik dan militer antara Iran dan AS, dengan upaya diplomasi untuk membuka kembali jalur perairan tersebut belum membuahkan hasil konkret. Pejabat Iran menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka selama AS memberlakukan blokade dan melakukan intervensi di kawasan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author