Truk Kertas Hilang Kendali di Gempol Pasuruan Menewaskan Empat Orang
Insiden tabrakan beruntun yang dipicu truk bermuatan gulungan kertas di Jalan Raya Surabaya-Malang, Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menewaskan empat orang dan menyebabkan enam warga luka-luka pada Senin (27/7/2026) pagi.
Kecelakaan bermula sekitar pukul 05.45 WIB saat kendaraan berat yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya tersebut diduga mengalami kegagalan sistem pengereman. Kendaraan besar itu menabrak truk colt diesel serta pembatas jalan sebelum menghantam truk tangki air dan sepeda motor dari arah berlawanan, lalu mengakhiri lajunya setelah menabrak deretan rumah warga.
Tiga korban dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara awal. Sementara itu, pengemudi truk trailer yang sempat terjepit di kabin kemudi selama beberapa jam akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah berhasil dievakuasi ke rumah sakit.
Kepolisian merinci dampak kerusakan mencakup beberapa sepeda motor yang ringsek, truk tangki yang terguling, serta muatan gulungan kertas yang berserakan di jalan raya. Guna mengamankan tiang listrik dan infrastruktur yang terdampak, petugas menggandeng pihak PLN serta BPBD di lokasi kejadian.
Proses penanganan di lokasi sempat memicu kemacetan parah sehingga arus lalu lintas dari arah Malang menuju Surabaya dialihkan sementara melalui jalur tol.
"Korban meninggal di lokasi tiga orang. Beberapa (korban luka) dibawa ke rumah sakit. Ini masih proses evakuasi," kata Kanit Lantas Polsek Gempol Ipda Bagus.
Aparat kepolisian langsung melakukan sterilisasi dan pendataan di tempat kejadian guna memastikan seluruh korban luka mendapatkan perawatan medis dengan cepat.
"Sopir diduga tidak bisa mengontrol laju (kendaraan) sehingga terjadi kecelakaan," kata Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Jauhar Rizqullah Sumirat.
Penyidikan menyeluruh disiapkan kepolisian setempat untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut secara ilmiah.
"Data yang kami kumpulkan hingga saat ini terdapat tiga orang meninggal dunia di titik kecelakaan pertama," kata Jauhar.
Sopir truk yang mengalami luka berat sempat mendapatkan pertolongan medis intensif sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
"Dan informasi terakhir sopir truk meninggal dunia," katanya.
Proses evakuasi dan pengumpulan barang bukti terus berjalan seiring upaya mengembalikan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional tersebut.
"Kami mengedepankan proses evakuasi, kemudian mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi, selanjutnya pemeriksaan akan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation setelah seluruh lokasi dinyatakan kondusif," ujar Jauhar.
Di sisi lain, upaya penyelamatan pengemudi truk yang terjepit di kabin kendaraan melibatkan tim SAR gabungan secara intensif.
"Tim Basarnas berusaha membuat akses untuk mengeluarkan sopir menggerakkan tangan, kemudian tim Basarnas meminta bantuan pengecekan dari tim medis RS Pusdik Brimob Watukosek," ujar Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit.
Tim medis di lapangan berupaya menstabilkan kondisi korban selama proses pemotongan bodi kendaraan berlangsung.
"Proses evakuasi dilanjutkan dengan hati-hati untuk mengeluarkan korban," ujarnya.
Korban akhirnya berhasil dikeluarkan sekitar pukul 10.09 WIB dan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Terakhir kondisi dicek oleh pihak RS Pusdhik Sabhara Porong masih ada teraba nadi lemah kemudian diberikan bantuan oksigen saat proses evakuasi," katanya.
Keterangan dari petugas di lapangan juga menguatkan dugaan awal terkait kegagalan fungsi rem pada armada truk tersebut.
"Betul, adu banteng seperti itu," ujar Anggota Satlantas Polres Pasuruan Pos Lantas Gempol Aipda Zaini.
Ia menjelaskan jalur kendaraan serta kronologi benturan antarkendaraan besar di lokasi.
"Rem-nya blong mengarah ke kanan kemudian bertabrakan dengan truk tangki yang berjalan dari utara ke selatan. Di sini yang TKP awal meninggal tiga," ucap Zaini.
Arus lalu lintas di lokasi kejadian kini mulai berangsur normal setelah badan kendaraan serta muatan kertas berhasil dievakuasi oleh petugas.