Transformasi Ekonomi Korea Utara di Tengah Perang Rusia-Ukraina
Selama bertahun-tahun, citra satelit malam hari Korea Utara hanya menampakkan sedikit titik cahaya. Kelangkaan suplai listrik membuat kota-kota di penjuru negeri dirundung gelap. Namun, dalam enam tahun sejak April 2020, luas wilayah yang diterangi di pusat Pyongyang melebar lebih dari dua kali lipat, sementara tingkat kecerahannya meningkat tiga kali lipat.
Meningkatnya pasokan listrik di kota-kota besar merupakan pencapaian pemerintah. Pada 2021, Kim Jong Un mengumumkan dalam Kongres Partai ke-8 rencana pembangunan 50 ribu hunian baru di ibu kota. Rencana tersebut berhasil direalisasikan, antara lain di kawasan baru Hwasong, dengan dua blok apartemen setinggi 40 lantai yang bentuknya menyerupai rudal balistik antarbenua Hwasong.
Kompleks hunian bertingkat tinggi itu bukan satu-satunya tanda meningkatnya kemakmuran Korea Utara. Pelancong asing yang telah lama mengenal negeri itu melaporkan betapa ibu kota Pyongyang kini tampil lebih modern—dengan banjir mobil impor, termasuk kendaraan listrik dari Cina, aplikasi telepon pintar untuk pembayaran melalui kode QR dan pemesanan taksi, serta pusat-pusat perbelanjaan yang menjual merek fesyen dan kosmetik Barat.