Tracer Study Ungkap Mayoritas Lulusan UGM Bekerja di Perusahaan Swasta

Share

Universitas Gadjah Mada (UGM) menempati posisi tiga besar sebagai perguruan tinggi negeri dengan jumlah peminat terbanyak pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Tercatat sebanyak 84.637 peserta memilih UGM dari total 871.496 pendaftar SNBT pada tahun ini.

Menjelang tahun akademik 2026/2027, data mengenai sebaran dunia kerja para alumni kampus ini menarik untuk dicermati. Kantor Alumni UGM telah mengumpulkan informasi tersebut melalui survei online Tracer Study UGM 2025, seperti dilansir dari Detikcom.

Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas lulusan jenjang S1 dan D4 dari UGM paling banyak terserap di sektor swasta. Sebanyak 61,91 persen alumni memilih berkarier di perusahaan swasta.

Berdasarkan laporan Tracer Study 2025, institusi tempat bekerja para lulusan S1 dan D4 UGM terbagi ke dalam beberapa sektor. Sebanyak 14,23 persen lulusan bekerja di instansi pemerintahan.

Sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menyerap sekitar 10,12 persen alumni. Sementara itu, kelompok alumni yang memilih jalur wiraswasta, mendirikan perusahaan sendiri, atau menjadi self-employer mencapai 4,18 persen.

Organisasi nonprofit atau lembaga swadaya masyarakat tercatat menggalang kekuatan dari 2,61 persen lulusan. Sektor institusi atau organisasi multilateral menampung 2,46 persen alumni, sedangkan 6,70 persen sisanya tersebar di berbagai sektor lainnya.

Tingkat Kesesuaian Bidang Kerja Alumni

Laporan Tracer Study UGM 2025 juga mengukur tingkat relevansi antara latar belakang pendidikan yang ditempuh di bangku kuliah dengan profesi yang ditekuni saat ini. Hasil survei mendapati sekitar 62 persen responden menilai pekerjaan mereka sudah sesuai dengan bidang keilmuan.

Secara rinci, sebanyak 31,47 persen alumni menganggap bidang kerja mereka sangat relevan dengan pendidikan. Kemudian, kelompok yang menilai relevan berada di angka 31,51 persen.

Alumni yang menganggap pekerjaan mereka cukup relevan mencapai 20,69 persen. Di sisi lain, sebanyak 9,41 persen lulusan merasa kurang relevan, dan 6,90 persen lainnya menyatakan tidak relevan.

Pengumpulan data untuk survei Tracer Study UGM 2025 ini dilakukan secara daring pada tingkat universitas. Proses pengambilan data tersebut berlangsung selama periode April hingga Agustus 2025.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author