TPS Liar di Pasar Minggu Meluber ke Jalan dan Ganggu Warga

Share

Aroma tak sedap menyengat di kawasan Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akibat keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar. Dikutip dari Detikcom, tumpukan limbah tersebut bahkan sudah meluber hingga ke Jalan Arteri Tanjung Barat. Lokasi pembuangan ilegal ini berada tepat di sisi selatan Stasiun Pasar Minggu.

Jaraknya hanya sekitar 20 meter dari perlintasan kereta serta area parkir kendaraan. Tumpukan sampah terlihat menggunung persis di samping jalur rel kereta api. Bau menyengat bahkan tercium hingga radius sekitar 50 meter dari titik lokasi.

Hembusan angin dan laju kereta yang melintas membuat aroma busuk makin tersebar luas. Meski tumpukan limbah meluas ke badan jalan, sejumlah pengendara motor tetap terlihat melemparkan kantong plastik berisi sampah ke lokasi tersebut.

Kondisi jalan menuju perlintasan kereta api pun semakin menyempit. Selain terhalang limbah, satu ruas Jalan Arteri Tanjung Barat dipenuhi gerobak dan lapak para pedagang. Area pembuangan liar itu berjarak sekitar 30 hingga 50 meter dari permukiman penduduk. Posisinya berada tepat di seberang lahan pembebasan untuk akses jalan menuju gedung BIN.

Ketua RT 2/RW 9, Titin, mengungkapkan bahwa warga setempat merasa sangat terganggu oleh bau menyengat tersebut. Penyempitan akses jalan juga menambah masalah bagi lingkungan sekitar. "Sangat terganggu, apalagi sekarang tambah banyak itu. Dulu sedikit sekarang tambah kecil (jalanannya)," kata Titin saat ditemui.

Titin menjelaskan bahwa armada truk pengangkut sampah sebenarnya rutin mendatangi lokasi. Namun, limbah terus menumpuk lantaran warga luar area terus membuang sampah di sana tanpa henti. "Jadi kita apa ya, kayak udah nyerah aja lah tentang pembuangan sampah itu.

Kita mengadu ke LH (Lingkungan Hidup) udah, LH sudah menyediakan truk setiap hari diangkut, terus ada beko juga. Tapi beko pergi, truk pergi, yang buang sampah non-stop 24 jam di situ, yang buang sampah ke situ lagi, ke situ lagi, lah terus gimana kita?" jelasnya. Awalnya, area tersebut dialokasikan khusus sebagai penampungan limbah bagi warga RW 08.

Namun seiring waktu, warga dari wilayah lain mulai ikut membuang sampah di tempat tersebut.

"Itu sebenarnya, tempat pembuangan sampah itu khusus buat RW 08. Tapi kenyataannya tidak, karena yang buang sampah dari mana-mana ya kan, dari Condet, Kampung Jawa, RW 7, RW 6 bahkan ke situ juga," ungkapnya.

Berdasarkan pengamatannya, pembuang sampah dominan berasal dari luar lingkungan setempat. Banyak pelintas bermotor yang sengaja berhenti hanya untuk melempar sampah. "pakai helm, itu emang bukan orang kita.

Berarti kan orang jauh-jauh kan? Sekitaran Condet, Condet banyak dah yang ke situ. Condet, RW 7 juga banyak tuh yang bawa gerobak, Kampung Jawa ke sini semua," sambungnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author