Toto Alokasikan Setengah Belanja Modal untuk Bisnis Chip AI
Produsen alat saniter asal Jepang, Toto Ltd., memproyeksikan pengeluaran untuk bisnis terkait chip akan mencakup lebih dari setengah total belanja modalnya dalam beberapa tahun ke depan. Langkah strategis ini diambil demi meraih keuntungan dari lonjakan permintaan berbasis kecerdasan buatan (AI), sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Kamis (4/6/2026).
Perusahaan yang berbasis di Kitakyushu, Prefektur Fukuoka ini memanfaatkan tingginya permintaan dari produsen peralatan chip terhadap keahlian keramik khusus. Keramik rancangan Toto dinilai mampu menahan partikel kotoran, bahan korosif, serta suhu tinggi selama proses manufaktur.
Lonjakan pengeluaran global untuk teknologi AI mendongkrak penjualan chuck elektrostatik Toto yang berfungsi menahan wafer silikon saat pembuatan chip. Sektor bisnis baru ini bahkan mencatatkan keuntungan yang telah melampaui laba dari bisnis perlengkapan perumahan utama mereka.
Ekspansi berskala besar di Amerika Serikat dan China telah diselesaikan oleh manajemen perusahaan. Hal tersebut memicu pembalikan rasio pengeluaran antara operasi peralatan perumahan konvensional dan bidang bisnis baru semikonduktor ini.
Pada tahun fiskal yang berakhir bulan Maret lalu, produk terkait semikonduktor menyerap 11 persen dari total belanja modal. Untuk tahun fiskal berjalan, perusahaan mengalokasikan dana sekitar ¥30 miliar atau setara US$190 juta (sekitar Rp3,4 triliun) guna mendongkrak kapasitas produksi chuck elektrostatik.
"Kami akan menyiapkan ekosostem produksi di mana kami dapat merespons permintaan dengan tepat," kata CTO TOTO Ryosuke Hayashi.
Meskipun biaya depresiasi peralatan dan fluktuasi nilai tukar memengaruhi margin laba, manajemen optimistis terhadap pertumbuhan penjualan ke depan. Hubungan bisnis ini juga menarik perhatian investor global karena posisi strategis Toto dalam rantai pasok cip.
"Kami akan menyiapkan ekosostem produksi di mana kami dapat merespons permintaan dengan tepat," kata CTO Ryosuke Hayashi dalam sebuah wawancara.
Pihak manajemen kemudian menjelaskan bahwa penggunaan metode kemasan baru akan terus mendorong kebutuhan komponen berkualitas tinggi. Penggunaan material konvensional dianggap tidak lagi memadai untuk arsitektur sirkuit modern.
"Kami akan menyiapkan ekosostem produksi di mana kami dapat merespons permintaan dengan tepat," kata Hayashi.
Peningkatan penggunaan chiplet yang menggabungkan berbagai komponen dalam satu kemasan memicu permintaan baru untuk keramik teknik berkinerja tinggi. Pihak internal Toto menekankan bahwa material seperti resin dan logam tidak lagi cukup untuk memenuhi spesifikasi terbaru.
"Kami akan menyiapkan ekosostem produksi di mana kami dapat merespons permintaan dengan tepat," kata Hayashi.
Keterlibatan Toto dalam industri ini bermula sejak tahun 1980-an dengan mengadaptasi teknologi keramik mangkuk toilet untuk memproduksi film deposisi aerosol. Penemuan tersebut krusial dalam melawan korosi substrat semikonduktor serta menekan kontaminasi partikel berbahaya.
Kondisi pasar juga diwarnai oleh dorongan dari investor luar negeri terkait arah kebijakan modal perusahaan. Investor asal Inggris, Palliser Capital, sempat mengirimkan surat kepada dewan direksi pada bulan Februari silam.
TOTO adalah “perusahaan yang paling diremehkan dan terabaikan di antara para penerima manfaat dari perkembangan AI,” kata investor asal Inggris, Palliser Capital, dalam suratnya kepada dewan direksi TOTO pada bulan Februari.
Dalam surat tersebut, Palliser Capital mendesak Toto untuk mengintensifkan investasi di sektor semikonduktor serta mempromosikan unit bisnis tersebut secara agresif. Terkait korespondensi dengan Palliser Capital, juru bicara Toto menolak untuk memberikan komentar resmi.
Pertumbuhan sektor baru ini menjadi pembeda besar bagi Toto di pasar saham domestik dibanding para pesaingnya. Harga saham Toto tercatat melonjak hampir dua kali lipat selama setahun terakhir, melampaui performa kompetitor terdekatnya, Lixil Corp.
Di sisi lain, konflik geopolitik di Timur Tengah terus menekan margin bisnis saniter konvensional akibat kenaikan biaya bahan baku petrokimia seperti resin, plastik, dan sealant. Sebaliknya, lini bisnis chip Toto yang sempat stagnan bertahun-tahun kini menjadi motor profitabilitas baru setelah otomatisasi jalur produksi diterapkan sejak tahun 2020.