Topan Bavi Dekati China, Taiwan Hentikan Perdagangan Saham dan Liburkan Sekolah
Aktivitas perdagangan di bursa saham Taiwan dihentikan sementara dan kegiatan belajar di sekolah-sekolah diliburkan pada Jumat, 10 Juli 2026. Langkah ini diambil seiring dengan mendekatnya Topan Bavi yang membawa potensi cuaca ekstrem.
Seperti diberitakan oleh Bloombergtechnoz, badai berukuran besar ini diprediksi akan mendatangkan hujan lebat di wilayah yang luas. Badai tersebut kini tengah bergerak menuju kawasan pesisir China.
Berdasarkan data Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Amerika Serikat, posisi Topan Bavi saat ini berada di sekitar 713 kilometer sebelah selatan Pulau Okinawa, Jepang. Badai terpantau bergerak stabil ke arah barat laut menuju pantai timur China.
Kecepatan angin berkelanjutan maksimum yang dibawa topan ini mencapai 157 kilometer per jam. Kekuatan tersebut setara dengan kategori badai tingkat dua.
Jalur prakiraan cuaca menunjukkan bahwa pusat badai ini diperkirakan tidak akan melewati daratan Taiwan secara langsung. Kendati demikian, pulau tersebut diprediksi tetap akan diguyur hujan dengan intensitas sangat lebat yang berisiko memicu banjir bandang.
Selain penutupan perkantoran pada Jumat, sektor transportasi udara turut terdampak. Otoritas Bandara Internasional Taoyuan melaporkan maskapai seperti Eva Air Corp., China Airlines Ltd., dan Starlux Airlines Co. telah membatalkan jadwal penerbangan hingga Sabtu.
"Taipei memang kecil kemungkinannya mengalami hantaman langsung dinding mata badai (eyewall) atau dilintasi pusat topan, tetapi ini tetap bukan berarti terhindar dari dampaknya," kata James Caron, Direktur Operasi Meteorologi untuk Amerika Utara dan Asia di Atmospheric G2.
"Medan angin Bavi sangat luas sehingga Taiwan bagian utara masih berpotensi mengalami cuaca yang sangat buruk meskipun pusat badai tetap berada di lepas pantai. Bahkan, sedikit perubahan jalur saja dapat meningkatkan dampak angin secara signifikan."
Administrasi Meteorologi China (CMA) memperkirakan Topan Bavi akan tiba di pesisir Provinsi Fujian pada Sabtu malam setelah melewati sisi timur Taiwan. Kecepatan angin berkelanjutan maksimum saat mendarat diproyeksikan mencapai 173 kilometer per jam.
Sistem badai ini, yang berinteraksi dengan angin muson barat daya yang lembap, diperkirakan memicu hujan lebat di wilayah China yang luas. Kawasan tersebut sebelumnya juga telah dilanda rangkaian badai dalam beberapa waktu terakhir.
CMA memproyeksikan akumulasi curah hujan di Provinsi Zhejiang dan Fujian dapat menyentuh angka 600 milimeter hingga hari Minggu. Pada periode yang sama, sebagian wilayah Beijing dan Hebei berpotensi menerima curah hujan hingga 350 milimeter.
"Sisa-sisa badai dan massa udara lembap yang dibawanya dapat memicu hujan deras jauh ke wilayah pedalaman dan ke arah utara bahkan setelah angin kencangnya melemah," ujar Caron.
"Artinya, banjir masih berpotensi terjadi di daerah yang jauh di utara maupun di pedalaman dari lokasi badai saat mendarat.""