Tokek Berkepala Dua Lahir dan Tumbuh di Peternakan Rockstar Geckos
Kemunculan variasi genetik unik terjadi di dunia satwa setelah seekor tokek berjambul atau crested gecko lahir dengan dua kepala. Reftil mungil yang diberi nama Simon dan Garfunkel ini menetas pada akhir Juni di fasilitas pembiakan Rockstar Geckos. Fenomena biologis ini dikenal dengan istilah medis polycephaly.
Kondisi tersebut memicu pembelahan embrio kembar di dalam telur yang berhenti di tengah jalan hingga menghasilkan proses bifurkasi aksial. Dikutip dari Detik iNET, keberadaan dua kepala pada seekor reptil menghadirkan tantangan besar untuk bertahan hidup di alam bebas. Keterbatasan gerak dan kendala saat berburu makanan biasanya membuat harapan hidup satwa dengan kondisi ini menjadi sangat rendah.
Meski begitu, Simon dan Garfunkel menunjukkan progres pertumbuhan yang menjanjikan di bawah penanganan tim ahli. Perawatan intensif terus diberikan mengingat fisik reptil ini masih berada dalam fase awal perkembangan yang rentan.
"Setiap kepala tampaknya memiliki perilakunya sendiri. Kepala sebelah kiri sedikit lebih pemarah. Mereka memang terlihat sesekali berselisih mengenai arah tujuan, tetapi sebagian besar hal itu tidak menjadi masalah.
Saya menduga kepala sebelah kanan lebih dominan, namun agak sulit untuk memastikannya," ujar Tracie Kelley dari Rockstar Geckos. Proses pergantian kulit atau molting menjadi perhatian utama selama pemeliharaan si kembar. Ukuran tubuh yang masih sangat kecil menuntut ketelitian ekstra agar sisa-sisa kulit lama tidak tertahan dan mengganggu kesehatan jaringan kulit baru.
"Kami ingin semua orang tahu bahwa kami sangat berterima kasih atas kasih sayang dan dukungan yang diberikan untuk makhluk-makhluk kecil ini. Kami akan terus memberikan kabar terbaru," kata Kelley. Catatan medis mencatat bahwa polycephaly tidak hanya terjadi pada tokek. Nelayan di Teluk Meksiko pernah menemukan spesimen hiu banteng berkepala dua pada 2011, disamping temuan kasus serupa pada kucing, ular, hingga sapi.
Bukti sejarah menunjukkan fenomena genetik ini telah berlangsung sangat lama. Fosil reptil air Hyphalosaurus berkepala dua berusia 125 juta tahun sebelumnya berhasil digali dari lapisan Biota Jehol di Provinsi Liaoning, China.