Tips Menjaga Optimisme Pasutri Saat Menjalani Program Bayi Tabung

Share

Pasangan suami istri yang mengikuti program fertilisasi in vitro atau IVF kerap menghadapi tekanan medis sekaligus emosional yang berat. Proses panjang dari pemeriksaan hingga menunggu hasil sering memicu kelelahan dan stres. Kondisi psikologis ini dinilai sangat krusial bagi kesuksesan program.

Perawatan kesehatan mental dianggap tidak kalah penting dibandingkan dengan rangkaian tindakan medis itu sendiri. Masalah emosional ini juga berdampak pada keberlanjutan program kesuburan bagi pasangan. Menurut dr.

Ivan Sini Sp.OG, pendampingan khusus diperlukan untuk membantu kondisi psikologis pasien.

"Typically yang gagal, akan malas untuk memulainya lagi. Kita tak bisa paksakan itu, tapi di klinik biasanya ada program konseling," kata Ivan seperti dikutip dari HaiBunda.

Guna mempertahankan motivasi dan semangat, dilansir dari Chelsea Fertility Nyc, terdapat beberapa metode yang bisa diterapkan oleh pasangan suami istri selama menjalani proses IVF. Tekanan fisik dan mental selama proses perawatan kesuburan rentan memicu munculnya pikiran negatif. Pasangan hendaknya menyadari bahwa kendala yang ditemui bukanlah akibat kesalahan pribadi.

Ketika emosi negatif mulai mendominasi, cobalah memposisikan diri sebagai teman. Berikan dukungan dan kalimat penyemangat yang suportif sebagaimana memperlakukan sahabat yang sedang kesulitan.

Mengelola Stres Tanpa Memendam Emosi

Rasa cemas, sedih, atau frustrasi merupakan reaksi yang wajar dialami. Langkah terbaik adalah menerima perasaan tersebut tanpa harus menekannya.

Salurkan emosi yang mengganggu melalui aktivitas positif yang menenangkan. Menulis jurnal, berolahraga, membaca buku, memasak, atau bergabung dengan komunitas sesama pejuang IVF bisa menjadi opsi.

Berbagi Cerita pada Orang yang Dipercaya

Banyak perempuan merasa tabu atau memilih menutup diri rapat-rapat saat menjalani program kesuburan. Padahal, memendam perasaan sendirian justru memperparah tingkat stres.

Menjaga privasi tetap penting, namun membuka diri kepada orang terdekat yang tepercaya sangat membantu mengurangi beban batin. Proses ini menyadarkan bahwa Anda tidak berjuang sendirian.

Menjaga Keseimbangan Hidup dan Rutinitas

Rangkaian tes dan prosedur medis yang padat sering kali menyita seluruh fokus hidup pasutri. Luangkan waktu sejenak untuk melepaskan diri dari rutinitas program kesuburan.

Sediakan waktu khusus minimal seminggu sekali untuk melakukan hobi atau berlibur singkat bersama pasangan. Kegiatan baru di luar program medis akan membantu menyegarkan pikiran dan menjaga kesehatan mental.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author