Tips Menghindari Gangguan Ular Kobra Saat Trekking di Hutan

Share

Persebaran ular kobra di Indonesia secara alami hanya berada di wilayah bagian barat dan tengah. Ular berbisa ini tidak ditemukan di kawasan Maluku dan Papua.

Bagi para petualang yang gemar melakukan trekking di dalam hutan atau kawasan gunung, kewaspadaan terhadap keberadaan reptil ini sangat diperlukan. Dilansir dari Detik Travel, terdapat beberapa langkah aman yang bisa diterapkan agar terhindar dari gangguan kobra.

Kobra memiliki kebiasaan bersembunyi di tempat-tempat spesifik seperti lubang terbengkalai bekas hewan lain. Mereka juga kerap berada di rongga bawah akar pohon, tumpukan batu, atau tanah lembab yang terlindung dari sinar matahari langsung.

Keberadaan ular ini kadang bisa dikenali melalui jejak mirip belahan di rumput yang rendah atau tumpukan daun kering. Jejak tersebut terbentuk akibat tubuh kobra yang sering melintasi area yang sama secara berulang.

Jika menemukan lubang dengan tanda-tanda yang mencurigakan di sekitarnya, pendaki dilarang keras untuk duduk atau menaruh barang bawaan terlalu dekat. Sebagian pendaki juga kerap mengidentifikasi area sarang melalui aroma amis yang menyengat.

Meski tanda aroma ini tidak selalu akurat, bau khas reptil yang pekat di ruang tertutup menjadi indikasi kuat adanya ular. Selain itu, temuan kulit ular di dekat semak menjadi bukti bahwa kawasan tersebut merupakan habitat yang aktif.

Kobra cenderung memilih ekosistem yang menyediakan banyak makanan seperti tikus dan katak. Tempat yang hangat, lembab, sepi dari aktivitas manusia, serta dipenuhi batu atau kayu lapuk menjadi lokasi favorit mereka.

Oleh karena itu, wisatawan wajib berhati-hati sebelum memutuskan untuk duduk di atas batang kayu, batu besar, atau di dekat semak yang rimbun. Kobra dikenal lebih aktif bergerak saat suhu lingkungan tidak terlalu terik.

Kewaspadaan ekstra harus ditingkatkan pada waktu-waktu tertentu seperti pagi hari, sore, menjelang malam, serta sesaat setelah hujan turun. Selama perjalanan, jangan pernah memasukkan tangan ke dalam lubang tanah atau celah bebatuan secara sembarangan.

Manfaatkan alat bantu seperti trekking pole guna memeriksa kondisi semak-semak di depan jalur pendakian. Penggunaan sepatu tinggi serta celana panjang juga sangat disarankan untuk meminimalkan risiko.

Hindari berjalan terlalu mepet dengan semak-semak yang rapat. Jika mendadak berpapasan dengan ular ini, usahakan untuk tidak panik, segera beri jarak aman yang cukup, dan biarkan hewan tersebut pergi menjauh dengan sendirinya.

Tanda Peringatan Sebelum Kobra Menyerang

Apabila terdengar suara mendesis yang keras dari arah semak atau lubang, langkah terbaik adalah segera menjauh dan jangan mendekatinya. Kobra memiliki perilaku khas untuk memberikan peringatan sebelum mereka melakukan serangan mendadak.

Reptil berbisa ini akan menegakkan tubuhnya, mengembangkan bagian tudung di leher, serta mengeluarkan suara desisan yang tajam sebagai sinyal bahaya bagi siapa saja yang berada di dekatnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author